NASIONAL

Senin, 20 Februari 2012 | 23:05 WIB

BNN Selidiki Adanya Gembong Narkoba di Kalteng

Farhan Faris
BNN Selidiki Adanya Gembong Narkoba di Kalteng
IST

INILAH.COM, Jakarta - Laporan dari Front Pembela Islam (FPI) bahwa ada gembong narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng), akan diselidiki oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN tidak bisa bertindak semena-mena karena harus ada cukup bukti.

Hal itu disampaikan oleh Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto, saat ditemui INILAH.COM di kantornya, jalan M.T. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur.
"Mengenai laporan dari FPI atas dugaan terhadap gembong narkoba di Kalimantan Tengah, BNN beserta kawan-kawan intelegen akan mempelajari dan mengkaji laporannya," jelas Sumirat, Senin (20/2/2012).

Sebelum melaporkan, FPI sempat melakukan aksinya di depan kantor BNN. FPI menyampaikan bahwa dari laporan masyarakat dan hasil inteligent internal mereka, kalau ada gembong narkoba di Kalteng.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat adanya gembong narkoba yaitu YB. FPI juga mendapatkan informasi dari intelegen internal FPI," ujar Wakil Ketua FPI DPD DKI Jakarta, Habib Fachri.

Walau demikian, BNN mengaku tidak akan langsung menindak begitu saja. Ada aturan yang harus dilalui oleh BNN.
"Kita tidak mau berbuat semena-mena dalam melakukan proses penegakan hukum. Setidaknya sesuai dengan aturan yang ada yakni KUHAP, minimal cukup alat bukti," kata Sumirat.

Terkait nama inisial YB yang dituding oleh FPI, Sumirat juga mengaku masih harus ada pembuktian yang kuat. BNN mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud oleh FPI ini.
"Tidak, kami belum tahu siapa YB. Laporan FPI ini akan kita selidiki. Kita juga tidak menutup kasus laporan ini karena untuk data base BNN," katanya. [gus]

#pilot #sabu #narkoba #bnn
BERITA TERKAIT
Mojokerto Darurat Narkoba
Polisi Tangkap Perampok Bercelurit di Probolinggo
Kuasa Hukum PDIP Konsultasi ke Polri Soal Hukum
Yasonna Diharap Gunakan Data Terkini Seputar Priok
Kata Pengamat Intelijen Soal Merangkul Aceh
PK BLBI Ujian Profesionalisme Pimpinan KPK Baru
Polda Jabar Dalami Viral Sunda Empire di Bandung

kembali ke atas