GAYA HIDUP

Jumat, 24 Februari 2012 | 12:15 WIB

Nyawa Pria Melayang Karena 'Silent Killer'

Dahlia Krisnamurti
Nyawa Pria Melayang Karena 'Silent Killer'
geniusbeauty.com

INILAH.COM,Jakarta - Penyakit jantung atau yang sering disebut 'silent killer' memang sangat menakutkan. Pasalnya penyakit ini bisa dengan tiba-tiba merenggut nyawa seseorang, terlebih kaum Adam.

Berdasarkan sebuah studi baru menyebutkan bahwa pria menderita serangan jantung lima kali lebih sering daripada wanita, karena adanya perubahan dalam DNA yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Seperti dikuti Genius Beauty, Dr Ellen Wilson, penasehat Ilmiah ke badan amal Inggris British Heart Foundation menjelaskan perubahan dalam DNA ini merupakan variasi genetik dari kromosom Y laki-laki yang serius dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Hal ini juga berkaitan dengan seseorang yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi dan yang tidak merokok sebelumnya.

"Ini semua jelas bahwa keturunan sebagai faktor serta kebiasaan buruk memainkan peran penting untuk seseorang terkena penyakit jantung," jelas Ellen, seperti dikutip Genius Beauty.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa serangan jantung banyak menyerang pria dibandingkan dengan wanita. satu dari dua belas orang meninggal karena penyakit ini pada usia yang relatif muda. Dan faktor keturunan memainkan peran penting.

Selanjutnya, para peneliti akan mencoba untuk mencari tahu persis, akan gen yang bertanggung jawab untuk perubahan dalam DNA manusia dan bagaimana mereka meningkatkan risiko serangan jantung.

"Studi ini mungkin menjadi metode baru untuk mengobati penyakit kardiovaskular," ungkap Ellen. [mor]

#jantung #silent killer
BERITA TERKAIT
(Rutin Olahraga) Wujudkan Resolusi Hidup Sehat di 2020
Ini Salah Satu Cara Tingkatkan Literasi pada Anak
(Wabah Pneumoni Wuhan, Tiongkok) Tidak Ada Travel Ban ke Wuhan dari Indonesia
Waspada Antraks Menyebar di Gunung Kidul
(Pilih Perawatan Kecantikan yang Tepat) Ini Perjuangan Kurus Felicya Angelista
Cara Pencegahan Penularan Pneumonia
Tak Boleh Sembarangan Gunakan Vaksin Pneumonia

kembali ke atas