NASIONAL

Jumat, 24 Februari 2012 | 20:40 WIB

ICW: Wajar KPK Lebih Percaya Rosa

Santi Andriani
ICW: Wajar KPK Lebih Percaya Rosa
Peneliti Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Donald Fariz inilah.com

INILAH.COM, Jakarta- Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lebih mempercayai keterangan saksi Mindo Rosa Manulang ketimbang keterangan Angelina Sondakh, Mahyudin, dan Andi Mallarangeng dinilai sudah tepat.

Peneliti Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz berpendapat hanya Rosa dan Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, yang bisa mengungkap siapa orang yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet. Termasuk juga mengungkap pemberian uang kasus Hambalang.

"Wajar jika kemudian KPK lebih memegang (mempercayai) kesaksian Rosa dan Yulianis yang memang lebih akurat dan kuat, sebagai mantan wakil direktur keuangan dia pasti punya catatan kemana saja uang itu mengalir. Keterangan dari dua orang itu yang bisa mengungkap lebih jauh," papar Donald kepada INILAH.COM, Jumat (24/2/2012).

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Kamis (23/2/2012), mengatakan pihaknya lebih mempercayainya keterangan saksi Rosa ketimbang kesaksian anggota Banggar DPR RI, Angelina Sondakh, Ketua Komisi X DPR RI, Mahyuddin dan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Malarangeng ketika menjadi saksi bagi Muhammad Nazaruddin.

Donald, karena Rosa dan Yulianis tidak memiliki kepentingan apapun maupun terhadap pihak manapun sehingga mereka lebih berani dan lugas mengungkapkan siapa lagi yang terlibat dalam perkara tersebut. Pengakuan Rosa berbeda dengan keterangan tiga saksi lainnya yaitu Angelina, Mahyuddin dan Andi Malarangeng. Selain karena status hukum masing-masing, ketiganya juga masih memiliki jabatan penting.

"Rosa nothing to lose, dia sudah jadi terpidana, sehingga dia bebas kepentingan dan tak ada beban. Sementara kalau Angie kan tersangka, apa yang dia sampaikan tentu punya kepentingan untuk pembelaan dirinya sendiri, sementara Andi dan Mahyudin kan saksi, tentu mereka juga tidak ingin tersangkut kasus ini atau menyeret pihak lain," pungkas Donald. [tjs]

#nazaruddin #mallarangeng #sondakh #mindo
BERITA TERKAIT
TNI Tangkap Pelintas Batas Bawa 42 Paket Ganja
3 Remaja Curi Sepeda Mahal Hanya untuk Beli Sabu
Ponorogo Siapkan Rp1,35 M untuk Rumah Tak Layak
39 Suara Golkar Jatim Bulat Dukung Airlangga
Rawan Disalahgunakan, KPK Dukung TP4D Dibubarkan
(Pilbup Sleman 2020) DPW PAN DIY Sebut Mumtaz Raiz Paling Berpeluang
Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Oknum Dokter

kembali ke atas