EKONOMI

Jumat, 24 Februari 2012 | 20:30 WIB

Angka Kemiskinan Turun Meski Harga BBM Naik

Mosi Retnani Fajarwati
Angka Kemiskinan Turun Meski Harga BBM Naik
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tetap optimis target penurunan angka kemiskinan tahun ini akan tetap tercapai, meskipun ada kenaikan harga BBM bersubisidi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Armida Alisjahbana mengungkapkan, pemerintah telah memperhitungkan dampak langsung apabila opsi kenaikan harga BBM bersubsidi direstui. "Yang kita lakukan kita siapkan apa saja dampak kemiskinannya. Itu sudah kita hitung, kompensasinya, siapa yang terkena, dampak langsung ke angkutan umum," paparnya di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi, lanjutnya, pemerintah akan memberikan dana bantuan tunai kepada rakyat miskin agar kalangan ini tidak kian tertekan. "Bagaimana ke masyarakat miskin, agar mereka tidak sampai tambah miskin, program (bantuan tunai) yang sudah ada diaktifkan lagi," tuturnya.

Dengan demikian, diharapkan target angka kemiskinan pada kisaran 10%-11,5% dalam RKAP 2012 bisa tercapai. "Target kemiskinan di RKAP 10-11,5 persen, gimana target tersebut bisa tetap dipertahankan. Tiba-tiba naik kan beda lagi. Target tahun ini diharapkan tercapai," jelasnya.

Strategi pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan di kisaran 4%-5% pada 2025, melalui Masterplan Program Percepatan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Program ini akan menggunakan dua strategi utama yaitu perbaikan sistem jaminan sosial dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang berada di garis kemiskinan. [hid]

#mp3ki #kemiskinan #bbm subsidi #Armida Alisjahbana
BERITA TERKAIT
OJK Cabut Izin BPR Fajar Artha Makmur Depok
KLHK Usulkan 2 RUU Masuk Prolegnas Tahun 2020-2024
Operasi Jaring Wallacea Ditutup, BC Patroli Laut
Mentan Harap Dukungan IPB Soal Program Pertanian
Menteri Teten Ajak Satukan Spirit Majukan Koperasi
Jasa Raharja Siap Santuni Korban Tol Kanci-Brebes
Kementan dan IPB Kolaborasi untuk Pertanian 4.0

kembali ke atas