GAYA HIDUP

Senin, 27 Februari 2012 | 19:09 WIB
(Indonesia Fashion Week 2012 [1])

Industri Mode Jangkau Pentas Dunia

Nury Sybli
Industri Mode Jangkau Pentas Dunia
Indonesia Fashion Week 2012 inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Industri mode Indonesia terus berbenah diri. Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2012 digelar sebagai sayap untuk menjangkau pentas dunia.

Pekan mode dan pameran dagang produk fashion pertama di Tanah Air ini dimeriahkan partisipasi 400 brand dan 200 desainer, yang menampilkan 32 runway selama 4 hari penyelenggaraan.

Dibuka oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, IFW 2012 berusaha membuktikan diri bahwa pekan mode tersebut bukan hanya "pesta" semata, melainkan juga sebuah bentuk pergerakan maju bagi industri mode Indonesia, yang ditegaskan MS Hidayat bahwa IFW 2012 bukan sekedar momen tetapi juga movement.

"Indonesia Fashion Week merupakan gerakan yang menandai bangkitnya industri fashion menuju fashion dunia," ujarnya dalam sambutan di pembukaan IFW 2012 di Plenary Hall Jakarta Convention Center.

Indonesia Fashion Week memang menempatkan diri sebagai ajang mode berskala internasional dengan ambisi besar membawa industri mode Indonesia ke panggung dunia.

Dina Midiani, Direktur IFW 2012 menargetkan pada 2025, Indonesia bisa menjadi salah satu pusat mode internasional, bersanding dengan New York, London, Paris dan Milan.

Cita-cita yang besar dan disambut baik oleh banyak pihak, termasuk pemerintah yang diwakili empat kementrian, yakni Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dina melanjutkan, langkah awal IFW menuju panggung dunia dimulai dengan usaha merebut pasar domestik.

"Kami mengharap pada 2014, kita sudah bisa mengubah persepsi masyarakat Indonesia yang sekarang ini masih terikat pola pikir produk impor lebih bergengsi menjadi keren dengan lokal konten," paparnya. Dari situ, industri mode Indonesia akan bersiap "take off" menuju pasar dunia, dengan menguasai pasar Asia pada 2018 dan pasar global di 2025.

Lenny Agustin, desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengungkapkan antusiasmenya atas penyelenggaraan IFW 2012 yang pertama. "IFW adalah mimpi kita bersama yang akhirnya terwujud," katanya.

Antusiasme terhadap IFW 2012 tidak hanya ditunjukkan pihak desainer, melainkan juga masyarakat. Di hari pertama, ajang pekan mode dan pameran dagang produk fashion terbesar di Indonesia itu diserbu khalayak.

Tiket masuk yang dibanderol Rp10.000,00 laris manis oleh pengunjung, membuat para peserta pameran yang tersebar di area Main Lobby, Assembly Hall dan Ruang Cendrawasih tersenyum.

Misan Kopaka, desainer asal Bandung yang ikut menjadi peserta pameran mengatakan respon pengunjung di hari pertama sangat positif.

"Sambutan mereka sangat baik, malah saya sudah menjual banyak baju," ujar desainer yang baru-baru ini merambah bisnis busana muslim tersebut. [bersambung/mor]

BERITA TERKAIT
(Kemenparekraf) Layanan Wisatawan Saat Bandara Ditutup Disimulasi
Wishnutama, Soal Isu Toba-Bali Ramah Wisman Muslim
Ini Empat Destinasi Wisata Kekinian di Tangerang
(Candi Darling) Situs Wisata Candi Ratu Boko Ditanami Ribuan Pohon
Perhatian Orangtua Ketika Memilih Mainan Anak
Beasiswa beri Semangat untuk Anak Belajar
Tantangan Kesehatan di Era Industri 4.0

kembali ke atas