PASAR MODAL

Senin, 27 Februari 2012 | 19:51 WIB

Wall Street Berpotensi Melemah

Wahid Ma'ruf
Wall Street Berpotensi Melemah

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan melemah pada perdagangan Senin (27/2)2012). Investor juga menghawatirkan kenaikan harga minyak yang mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Hari ini akan ada rilis data soal penjualan rumah bulan Januari. Prediksi analis data tersebut mengalami kenaikan 1% dari penurunan 3,5% bulan Desember. Demikian mengutip cnbc.com.

The National Association for Business Economics memprediksi ekonomi akan digerakkan pembangunan rumah baru dan belanja bisnis. Mereka memprediksikan produk domestik bruto AS akan tumbuh 2,4%. Pertumbuhan kuat akan terjadi pada semester kedua tahun ini.

Pasar mencermati saham properti Lowe yang akan melaporkan kuartal keempat 2011 sebelum bel perdagangan. Analis memperkirakan laba per saham naik menjadi US$0,23 dari US$0,21 per saham di kuartal keempat 2010 dengan pendapatan US$11,34 miliar dari US$10,5 miliar di kuaertal keempat 2010. Saham Blackstone akan mengumumkan investasi senilai US$2 miliar di Cheniere Energy Partners.

Bursa Eropa turun pada perdagangan Sein (27/2/2012) karena kekhawatiran kenaikan harga minyak dunia akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi global. Indeks FTSE turun 0,9%, indeks DAX turun 1,1% dan indeks CAC turun 1,1%.

Sementara bursa saham Eropa mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 0m8%, indeks Nikkei turun 0,1%, indeks Shanghai turun 0,3%, indeks ASX turun 0,9%.

Saham AS (Wall Street) berakhir mixed pada perdagangan Jumat (25/2/2012). S&P 500 naik 2,28 poin atau naik 0,17 persen ke level 1.365,74, atau level terbaiknya dalam hampir 3,6 tahun. Nasdaq naik 6,77 poin atau 0,23 persen dan ditutup di level 2.963,75.

#wall street #laporan kuartal4 #utang eropa #dolar #em
BERITA TERKAIT
Energi AS, Dulu Kekurangan Sekarang Melimpah
PT Surya Toto Siapkan Rp30,9 Milar Bagi Dividen
Harga Minyak Berjangka Berakhir Terbatas
PGN Raih 3 Penghargaan MarCom Awards 2019
Inilah Pemicu Harga Emas Berjangka Jatuh
Ini Tuduhan Terbaru Trump tentang Kecurangan China
Bursa Saham AS Kurang Yakin Pernyataan Trump

kembali ke atas