PASAR MODAL

Selasa, 28 Februari 2012 | 04:00 WIB

Inilah Menu Saham Pilihan Selasa (28/2)

Wahid Ma'ruf
Inilah Menu Saham Pilihan Selasa (28/2)
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (28/2/2011), IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran support-resistennya di level 3.831 dan 3.903.

Demikian dikatakan pelaku pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, kemarin. Untuk sementara support 3.831 diperkirakan akan cukup kuat menahan kejatuhan IHSG. Sebab, di level tersebut terdapat garis MA 200 yang akan cukup kuat untuk menahan penurunan indeks. "IHSG akan mengalami bottom reversal jika mampu bertahan minimal di level 3878, dengan target pullback sementara ada di level 3900-3924," katanya.

Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup turun 33,546 poin atau 0,86% ke level 3.861.01. Investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp500 miliar. Volume perdagangan mencapai 2,7 miliar saham senilai Rp3,2 triliun.

Bursa global mengawali pekan ini dalam keadaan tertekan setelah investor mengkhawatirkan kenaikan harga minyak dunia yang dapat menekan pendapatan perusahaan serta pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, G20 mengatakan akan mempertimbangkan untuk memberikan bantuan pinjaman kepada Eropa jika Uni Eropa bisa mengucurkan dana bailout lebih banyak lagi. Namun, keputusannya akan ditentukan pada KTT Uni Eropa pada akhir pekan ini.

Dari dalam negeri, ketidakpastian waktu dan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi makin menekan IHSG dan rupiah. Secara TA, potensi koreksi lebih lanjut mulai terbatas. Tanda-tanda IHSG akan tertahan koreksinya terlihat dari minimnya volume perdagangan pada kemarin.

Untuk saham yang dapat diperhatikan adalah BBRI. Penurunan saat ini tertahan oleh support di level 6.550 dan garis MA 200 nya. Berpotensi mengalami minor rebound ke level 6.800-6.900. Jika mampu bertahan dari support tersebut. Namun jika gagal bertahan, maka BBRI akan turun menguji level support berikutnya di level 6.350. Spekulasi buy di 6.350-6.550, stop loss jika close dibawah 6.350.

Sementara, pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham INTP dan SMGR. Untuk saham INTP dengan strategi sell on strength namun juka break di 16.300 dengan strong sell. Untuk saham SMGR tidak mampu bertahan di 10.900 dan siap menuju target penurunan di 10.350 dengan rekomendasi jual.

#ihsg #top foreign sell #bmri #ADRO #top foreign buy
BERITA TERKAIT
Bursa Asia Mainkan Isu Perang Tarif di Area Hijau
IHSG Kurangi Kerugian ke 6.122,62
China Kian Berburu Aset NonDolar AS
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
IHSG Mulai Tertekan 0,3% ke 6.109,508
Harga Saham IPO Saudi Aramco US$8
IHSG Ada Peluang Bangkit

kembali ke atas