PASAR MODAL

Kamis, 01 Maret 2012 | 18:55 WIB

Testimoni Bernanke Hapus Sentimen LTRO Eropa

Ahmad Munjin
Testimoni Bernanke Hapus Sentimen LTRO Eropa
inilah.com/wirasatria

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak melemah. Testimoni gubernur The Fed yang tak memberi sinyal stimulus moneter menghapus sentimen positif kucuran likuiditas dari ECB.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, pelemahan rupiah hari seperti mata uang utama lainnya, lebih dipcicu oleh faktor eksternal setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke memberikan pernyataan dalam testimoninya di hadapan Kongres AS yang tidak sesuai dengan harapan pasar. Pasar mengharapkan adanya sinyal kuat terhadap stimulus lanjutan yang akan disuntikkan pada perekonomian AS.

Karena Fed tidak memberikan sinyal tersebut, pasar meresponnya dengan aksi jual termasuk pada rupiah. Sebab, ekonomi AS menjadi patokan pemulihan ekonomi global. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.100 dan 9.050 sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan 9.050 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (1/3).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (1/3) ditutup melemah 55 poin (0,60%) ke level 9.075/9.085 per dolar AS dari posisi kemarin 9.020/9.030.

Bahkan lanjut Daru, sentimen positif pun terhapus yang muncul dari European Central Bank (ECB). ECB merealisasikan kucuran program likuiditas tahap kedua melalui perbankan Eropa yang disebut Long-term refinancing operations (LTROs) senilai 530 miliar euro.

LTRO yang disalurkan melalui sistem perbankan sehingga memberikan efek positif bagi sektor ini. "Tapi, sentimen positif ini ini, ternyata mendapat perlawanan dari sentimen sebaliknya dari AS," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama meskipun melemah terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS masih kokoh pada level 78,80 dari posisi terakhir 78,79. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah melemah ke level US$1,3338 dari sebelumnya US$1,3325 per euro," imbuh Daru.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 22,92 poin (0,58%) ke level 3.962,286 menandakan indeks masih di atas support 3.940-3.950.

Tapi, Anda harus waspada! Sebab, penutupan Hang Seng Index (HSI) memberikan sinyal bearish dengan tutup di bawah support pertama 21.525 dan Dow Jones tutup tipis di bawah support, hanya kalah koma, imbuhnya.

#ihsg #rupiah #testimoni #the fed #ltor #ecb #daru wibis
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS Naik Respon Kesepakatan AS-China
Pebisnis Inggris Sambut Kemenangan Johnson
Bursa Asia Rayakan Kesepakatan AS-China
Ini Penopang Bursa Saham AS di Area Positif
IHSG Berakhir Naik 0,9% ke 6.197,31
Pound Inggris Terus Naik Respon Suhu Politik
China Kecewa AS Campuri Urusan Hong Kong

kembali ke atas