EKONOMI

Jumat, 02 Maret 2012 | 01:46 WIB

Pemda Kupang akan Kaji Tarif Transportasi

Erende Pos
Pemda Kupang akan Kaji Tarif Transportasi
Gubernur NTT Frans Lebu Raya IST

INILAH.COM, Kupang Gubernur NTT meminta Bupati dan Walikota dapat mengkaji tarif transportasi yang diperkirakan akan mengalami kenaikan setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan mulai berlaku 1 April mendatang.

Kita mesti menjaga agar tidak terjadi gejolak di masyarakat pasca kenaikan BBM yang direncanakan 1 April nanti. Karena itu saya minta Bupati dan Walikota harus mengkaji secara baik harga transportasi karena pasti akan ikut mengalami kenaikan, kata Gubernur NTT, Lebu Raya di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Kamis (1/3/2012, dalam rapat koordinasi terpadu Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT.

Dalam melakukan kajian, kata Gubernur Lebu Raya, Bupati dan Walikota harus bekerja sama dengan organisasi terkait seperti Organda sehingga harga satuan yang ditetapkan tidak membebani masyarakat.

Dalam kesempatan ini Gubernur Lebu Raya mengaku dirinya yakin jika ada sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar yang telah mengalami kenaikan. Untuk itu, Bupati dan Walikota diminta untuk melakukan pemantauan sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Dalam kesempatan ini Gubernur Lebu Raya juga menjelaskan, sejumlah Gubernur di Indonesia menolak bantuan langsung tunai (BLT). Pasalnya, BLT sebesar Rp100 ribu tersebut membuat banyak orang akan mengaku miskin dan bantuan tersebut juga bisa disalahgunakan.

Ada yang begitu terima uang BLT langsung pergi beli voucher pulsa, kata Gubernur Lebu Raya.

Untuk diketahui, rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April 2012 mendatang memicu kepanikan masyarakat Kota Kupang. Sejumlah warga di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memborong bensin untuk persediaan jelang pengumuman kenaikan tersebut.

Masyarakat membawa jerigen berbagai ukuran untuk membeli bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat dan ditampung di rumah. Kondisi itu mengakibatkan persediaan bensin di sejumlah SPBU habis dalam waktu sekejab.

Sesuai pantauan koran ini di sejumlah SPBU di Kota Kupang kemarin, tampak antrean kendaraan bermotor antara 20 - 50 meter, seperti terlihat di SPBU di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi. Di SPBU Kelurahan Oebufu dan Liliba, warga membawa jerigen menolak mengantre bersama kendaraan lainnya. Mereka langsung mendatangi petugas untuk mengisi bensin di jerigen mereka. Bahkan di SPBU di Kelurahan Oesapa dan Oepura harus tutup, karena ketiadaan BBM.

"Pantauan kami sudah ada peningkatan permintaan menjelang kenaikan harga BBM, namun kami belum bisa pastikan terjadi penimbunan," kata Sales Representative PT Pertamina (Persero) Cabang Kupang, Soni Indro kepada wartawan di Kupang.

Menurut Soni Indro, prosentase peningkatan permintaan BBM masih dihitung oleh petugas, namun dipastikan tidak akan terjadi kelangkaan BBM. "Tidak ada kelangkaan, tetapi ada peningkatan permintaan BBM," katanya. Soni Indro mengatakan, pihaknya akan menyiapkan skenario mengantisipasi antrean kendaraan, jika harga BBM naik antara lain seluruh SPBU diminta beroperasi selama 24 jam. Selama ini SPBU di Kupang juga sudah beroperasi hingga pukul 24.00 Wita.

Soni minta warga tidak khawatir terjadi kelangkaan BBM karena persediaan bensin di Depo Pertamina Kupang masih cukup sampai 27 Februari yakni sebanyak 1.430.000 liter. Selain itu, stok minyak tanah sebanyak 482.000 liter untuk 61 hari, dan solar 3.563.000 liter untuk 23 hari. "Stok BBM masih aman, karena sebelum habis ada kapal yang membawa BBM ke Kupang," jelas Soni.

#bbm bersubsidi #tarif transportasi #pemda kupang
BERITA TERKAIT
Bea Cukai Bareng Kastam Malaysia Jaga Selat Malaka
KLHK Ajak Generasi Muda Cinta Lingkungan
Bea Cukai Tarakan Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi
Seismik Laut 2D, Pertamina Investasi US$239 Juta
(Ciptakan SDM Unggul) Bea Cukai Lanjutkan Kerja Sama BPSDM Perhubungan
Bea Cukai Ajak BPPI KLHK, Cek Kayu Hitungan Menit
(Angkat Daya Saing) Pemerintah Ubah Aturan Fasilitas Gudang Berikat

kembali ke atas