PASAR MODAL

Rabu, 07 Maret 2012 | 19:56 WIB

Wall Street Berpotensi Menguat

Wahid Ma'ruf
Wall Street Berpotensi Menguat
stocxchangenet.com

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street pada perdagangan Kamis (7/3) diprediksi akan menguat setelah melemah kemarin.

Pada perdagangan Selasa kemarin, indeks Dow Jones turun lebih dari 200 poin. Hal itu dipengaruhi ketakutan gagal bayar Yunani dan perlambatan ekonomi China akan mempengaruhi perekonomian global.

Indeks Dow Jones turun 203,66 poin atau 1,57% ke level 12.759,15. Indeks S&P 500 turun 20,97 poin atau 1,54% ke level 1.343,36. Indeks Nasdaq turun 40,16 poin atau 1,36% ke level 2.910,32. Demikian mengutip cnbc.com.

Beberapa data akan menjadi perhatian pasar pada hari ini. Mortgage Bankers Association akan merilis aplikasi hipotek pada pekan terakhir per 2 Maret 2012. Pada pekan sebelumnya indeks turun 0,3% menjadi 763,6 dan indeks refinanceing di 4.225,4.

Data lain yang akan dirilis adalah pekerjaan sektor swasta. Ekonom memperkirakan pada bulan Februari akan terjadi penyerapan tenaga kerja baru hingga 208.000 dari 170.000 pada bulan Januari 2012.

Sementara Departemen Tenaga Kerja akan mengeluarkan revisi data produktifitas kuartal keempat 2011 dan biaya tenaga kerja. Ekonom memperkirakan kenaikan produktifitas mencapai 0,8%.

Departemen Energi akan merilis data persediaan minyak mentah per 3 Maret 2012. Pada pekan sebelumnya persediaan meningkat 4,160 juta.

Bursa Eropa bergerak menguat seperti indeks FTSE naik 0,35, indeks DAX naik 0,1%, indeks CAC naik 0,6%. Namun bursa Asia melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,85 indeks Nikkei turun 0,6%, indeks Shanghai turun 0,65 dan indeks ASX turun 1,4%.

#wall street #laporan kuartal4 #utang eropa
BERITA TERKAIT
AGRO Optimis Laba 2018 Tercapai
Wall Street Berpotensi Variatif
Berencana Pindah BUKU III, AGRO Cari Rp700 M
Kasus Huawei, Hancurkan Iklim Investasi di China
Inilah Sentimen Negatif Bursa Saham Asia
EXCL Akan Terbitkan Obligasi Rp2 T
Dilarang Abuse of Power, OJK Rajin WA Fintech

ke atas