TEKNOLOGI

Jumat, 09 Maret 2012 | 16:33 WIB

Arkeolog Temukan Kuburan Massal Budak Abad ke-19

Ahmad Taufiqqurakhman
Arkeolog Temukan Kuburan Massal Budak Abad ke-19

INILAH.COM, London - Para ahli arkeologi Inggris menemukan kuburan ribuan budak dari abad ke-19.

Seperti yang dikutip dari TheGuardian, kuburan massal dari sekira lima ribu orang tersebut ditemukan di Sout Atlantic Island, pinggiran pantai Barat Day Afrika.

Para ilmuwan pun menggali makam dari budak-budak tersebut yang diperkirakan telah dijualbelikan oleh para pedagang budak Royal Navy pada 1900-an.

Berdasarkan penelitian tersebut, nampaknya para budak tersebut ditahan di dalam kapal dengan kondisi menyedihkan, bahkan ketika mereka sudah sampai di pulau tersebut.

Itu merupakan jalur kedua yang diambil oleh Eropa di kawasan tersebut. Jalur pertama digunakan untuk mengambil rempah-rempah, sementara yang kedua untuk perdagangan budak.

"Kami telah menemukan bukti korban-korban dari Middle Passage, salah satu kejahatan kemanusiaan terbesar," ujar Profesor Mark Horton dari Bristol University.

St. Helena merupakan tempat berlabuhnya para budak-budak yang ditangkap angkatan bersenjata Inggris selama dilakukan perdagangan budak-budak antara 1840-1872.

Kondisi kapal yang menyedihkan membuat para budak di dalamnya banyak yang tewas. [mor]

#penemuan #sains
BERITA TERKAIT
Aplikasi Android Ini Serang Pengguna dengan Iklan
(World Premiere di Tokyo Auto Salon 2020) Daihatsu Luncurkan TAFT Mini Crossover Concept
Dian Andyasuri, Bos Baru Shell Indonesia
Tingkatkan Validasi Data, LinkAja Gandeng Dukcapil
BMW Donasikan Rp341 Juta untuk Korban Banjir
Toyota Target Produksi 10,9 Juta Kendaraan di 2020
Huawei Jual 240 Juta Smartphone Sepanjang 2019

kembali ke atas