PASAR MODAL

Sabtu, 10 Maret 2012 | 14:39 WIB

Tahun Depan Yunani Keluar dari Euro

Mosi Retnani Fajarwati
Tahun Depan Yunani Keluar dari Euro
telegraph.co.uk

INILAH.COM, Jakarta - Ekonom Nouriel Roubini berpendapat, swap obligasi Yunani menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun Yunani masih dinilai bangkrut karena pengangguran mencapai 22%, yang setengahnya berasal dari kalangan muda.

Ia memperkirakan, Yunani akan menjadi negara pertaman yang keluar dari zona euro. Sebab, swap itu belum menjamin Yunani keluar dari kebangkrutan. "Tidak tahun ini, mungkin nanti tahun depan," ujarnya, seperti dikutip CNBC.com, Sabtu (10/3/2012).

Mengenai perekonomian global, ia berpendapat China dan AS belum menunjukkan performa meyakinkan, dengan pertumbuhan ekonomi kurang dari 6%. Investasi properti sudah mulai turun dan proyek infrastruktur macet, akibat pergeseran dari negara eksportir menjadi negara komsumeris.

Sementara dari AS, lanjutnya, data ketenagakerjaan tercatat lebih baik dari prediksi walau pertumbuhan konsumsi masih stagnan selama tiga bulan. Selain itu, konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah, akan terus mendorong harga minyak lebih tinggi. "Saya melihat (AS) masih kurang darah untuk bisa segera pulih."

#krisis utang eropa #krisis yunani #ekonom nouriel r
BERITA TERKAIT
Yellen: Tahun Depan Tak Ada Resesi Ekonomi
Harga Minyak Berjangka Bisa Naik 2% Lebih
Kenaikan Harga Emas Berjangka Terhenti
Bursa Saham AS Lanjutkan Pelemahan
Ini Cara Indosat Kurangi Beban Keuangan
China Undang Delegasi AS ke Beijing?
Inilah Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5%

kembali ke atas