NASIONAL

Minggu, 11 Maret 2012 | 03:25 WIB
(Sebut Siap Digantung di Monas)

Anas Urbaningrum Bagaikan Julia Perez

Marlen Sitompul
Anas Urbaningrum Bagaikan Julia Perez
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang menyatakan siap digantung di Monas apabila terbukti menerima suap dari kasus Hambalang menjadi pertanyaan masyarakat.

Pakar psikologi politik Hamdi Muluk menyatakan, sikap Anas dinilai hanya mengumbar ocehan yang tak pantas diungkapkan oleh seorang politisi kelas wahid. Bahkan, ia menyamakan Anas dengan artis yang sempat dihebohkan dengan ucapan sumpah pocong.

"Kok begitu ya Ketua Umum Demokrat yang selama ini dianggap politisi kelas wahid. Jadi ini kok, saya baca tadi di Twitter, tidak ada bedanya dengan Jupe (Julia Perez) nih. Kayak sumpah pocong saja," kata Hamdi di Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Lebih jauh ia menyatakan, ucapan Ketua Umum Partai Binaan Presiden SBY itu di media maupun di jejaring sosial Twitter justru malah akan membuat blunder. Menurutnya, tak sepantasnya pernyataan tersebut pasalnya apa yang dikatakan Anas hal yang tidak akan mungkin untuk dilakukan.

"Komunikasi politik Anas malah blunder saya kira. Alih-alih dia menerima simpati malah jadi bahan olok-olok. Saya tadi lihat di Twitter (respons masyarakat)," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Anas Urbaningrum mengaku tidak terlibat dalam proyek stadion dan gedung olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monumen Nasional," ucap Anas di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (9/3/2012). [mar]

#anas urbaningrum #kasus hambalang #partai demokrat
BERITA TERKAIT
Pengungsi Korban Banjir Lebak Sudah Berkurang
Siswa Indonesia Lemah dalam Kemampuan Nonteknis
Pengadilan Agama Gresik Kebanjiran Gugatan Cerai
Lima Gerbong KA di Jalur Surabaya Dipenuhi Sampah
Khofifah Harap Satgas Pangan Cek Kebutuhan Sembako
Truk ODOL Dilarang Naik Kapal Penyeberangan Kamal
Pasca Munas, Golkar Dinilai Berpotensi Konflik

kembali ke atas