PASAR MODAL

Kamis, 15 Maret 2012 | 03:00 WIB
(Muhammad Alfatih)

IHSG Masih Ada Waktu Melanjutkan Bullish

Ahmad Munjin
IHSG Masih Ada Waktu Melanjutkan Bullish
Muhammad Alfatih inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta Setelah tembus 4.040, potensi kenaikan indeks saham domestik selanjutnya dinilai masih sangat besar sebelum realisasi penaikan harga BBM bersubsidi. Seperti apa?

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Alfatih mengatakan, setelah tembus level 4.040, target penguatan indeks berikutnya adalah 4.150. Kalaupun terjadi penurunan, hanya koreksi wajar.

Sementara itu, lanjutnya, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (14/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 45,68 poin (1,14%) ke level 4.054,326 dengan intraday teringgi 4.058,803 dan terendah 4.009.091. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 8,99 poin (1,30%) ke level 702,036. Berikut ini wawanca lengkapnya:

IHSG menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?

Ya. IHSG sudah sudah menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Hal ini menunjukkan bullish sangat kuat di pasar. Karena itu, potensi kenaikan indeks selanjutnya masih sangat besar.

Target resistance berikutnya?

Kalau kita lihat, pola-pola pergerakan dalam beberapa bulan terakhir, setelah tembus 4.040, menunjukkan bahwa target penguatan berikutnya adalah 4.150.

Level support-nya?

Karena indeks saat ini sudah menembus level 4.040-nya, kemungkinan besar indeks melanjutkan penguatan. Kalaupun ada koreksi, merupakan koreksi wajar. Sebab, level 4.040 saat ini menjadi support pertama dan 4.004 menjadi support kedua. Selama berada di atas kedua support tersebut, IHSG masih bullish.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya menjatuhkan saham pilihan pada saham-saham di sektor perbankan. Saham-saham di sektor ini bisa di-hold untuk jangka pendek dalam 1-2 pekan jelang penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012. Apalagi, secara teknikal, jelang target resistance 4.150 tercapai, pasar cenderung kembali melakukan penjualan.

Bagaimana dengan kecemasan pasar atas potensi lambungan inflasi BBM nantiknya?

Sementara itu, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu.

#ihsg #bullish #perbankan #muhammad alfatih
BERITA TERKAIT
Penjualan Mobil PT Astra Turun 7,9% di 2019
Pakta Fase I Jadi Amunisi Trump di Pilpres 2020
Bursa Saham Asia Bergerak Naik
Kapitalisasi Pasar Induk Usaha Google Capai US$1 T
Harga Minyak Mentah Naik 1% Lebih
Ekonomi AS Moncer, Harga Emas Meleleh
Bursa Saham AS Masih Nikmati Sukses Paksa Fase I

kembali ke atas