EKONOMI

Sabtu, 17 Maret 2012 | 17:59 WIB

Kapal FPU Proyek Terang Sirasun Batur Diresmikan

Charles MS
Kapal FPU Proyek Terang Sirasun Batur Diresmikan
IST

INILAH.COM, Singapura Kapal Floating Production Unit (FPU) BW Joko Tole yang diperuntukkan sebagai penunjang fasilitas produksi proyek Terang Sirasun Batur diresmikan di Galangan Kapal Sembawang, Singapura, Sabtu (17/3).

Peresmian tersebut dihadiri Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), R. Priyono, Presiden dan General Manager, Kangean Energy Indonesia Ltd, Junichi Matsumoto, Managing Director Sembawang, P.K Ong, dan CEO BW Offshore, Carl Arnet. Kapal Joko Tole memiliki kapasitas kompresi gas sebesar 340 juta standar kaki kubik per hari dan fasilitas penampung minyak sebesar 200.000 barel. Pekerjaan pembangunan peralatan produksi yang berada di kapal tersebut dikerjakan di Batam. "Penempatannya di atas kapal baru dikerjakan di Sembawang," kata Priyono.

Kapal Joko Tole ini akan mendukung proyek Terang Sirasun Batur, dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKS) Kangean Energy Indonesia Ltd. Kapal akan disewa Kangean dari BW Offshore selama 10 tahun. Priyono menjelaskan, rencananya lapangan Terang Sirasun Batur, yang terletak di perairan timur Madura, mulai berproduksi pada Juni 2012. Produksinya diharapkan bisa mencapai 315 juta standar kaki kubik gas per hari, katanya.

Dia mengatakan, proyek ini merupakan salah satu proyek andalan untuk mendongkrak produksi gas bumi nasional. Seluruh produksi gas diserap oleh konsumen domestik di Jawa Timur, antara lain PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 130 juta standar kaki kubik per hari, Petrokimia Gresik sebesar 65 juta standar kaki kubik per hari, Pertagas dipasok sebanyak 100 juta standar kaki kubik per hari, dan Indogas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari. Dari Kapal Joko Tole, gas dialirkan ke konsumen melalui east java gas pipe line. Selama infrastruktur memadai, pasokan domestik menjadi prioritas, kata Priyono.

Tahun 2012, BPMIGAS menargetkan 15 proyek migas mulai berproduksi. Total kapasitas produksi ke-15 proyek itu mencapai 1.158 juta kaki kubik gas bumi per hari dan 35.200 barel minyak per hari. Kepala Divisi Humas,Sekuriti, dan Formalitas, BPMIGAS, Gde Pradnyana mengatakan, mayoritas proyek itu baru mulai berproduksi pertengahan dan akhir tahun 2012. Sehingga kontribusi pada penambahan produksi rata-rata tahunan diperkirakan sebesar 400 juta standar kaki kubik per hari dan 15.000 barel minyak per hari.

Selain Terang Sirasun Batur, proyek-proyek yang ditargetkan berproduksi antara lain, proyek KE-39, 40, dan 54 di Blok West Madura Offshore (WMO) dengan Operator Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO dengan produksi 13.600 barel per hari mulai kuartal tiga 2012. Sementara, proyek South Mahakam 1 dan 2 di blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesia mulai kuartal tiga 2012 ditargetkan berproduksi 250 juta standar kaki kubik per hari dan 20.600 barel minyak per hari. Begitu pula dengan Proyek Bawal Sub Sea dengan operator ConocoPhillips yang mulai berproduksi 120 juta standar kaki kubik per hari mulai kuartal tiga.

Gde mengatakan, penambahan produksi dari proyek-proyek itu merupakan salah satu upaya menahan laju penurunan alamiah produksi, khususnya minyak. "Kami ingin menahan laju penurunan dari 12 persen menjadi tiga persen," kata dia.

#kapal FPU #proyek Terang Sirasun #BPMigas #R.Priyono
BERITA TERKAIT
Besok DPR Minta Keterangan Jonan Soal Premium
Bea Cukai Sinergi Ungkap Sabu di Sumut & Kaltara
Bos Pertamina tak Hadir, DPR Batal Rapat
Kemenperin Susun Pedoman Kawasan Industri 4.0
Kapal MV Kedung Mas Sandar, LPG di Timika Aman
Bos Astra Ingin Ekonomi Tumbuh Lebih 5%, Mungkin?
Bea Cukai Nunukan Lagi Gagalkan Penyelundupan Sabu

ke atas