EKONOMI

Kamis, 22 Maret 2012 | 18:14 WIB

Tanpa Insentif, Organda Bisa Naikkan Tarif 35%

Mosi Retnani Fajarwati
Tanpa Insentif, Organda Bisa Naikkan Tarif 35%
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan tarif angkutan umum bakal mencapai 35% sehubungan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012 mendatang, bila pemerintah tidak memberikan insentif.

"Hasil perhitungan kami kenaikan tarif yang paling memadai berkisar 33 persen hingga 35 persen,"ungkap Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriyansah, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (22/3/2012).

Ia melanjutkan, kenaikan BBM tersebut akan mendongkrak biaya operasional angkutan umtum hingga 45%. Belum lagi dengan beban yang harus dipikul para operator angkutan umum dengan belum dinaikannya tarif sejak 2009.

"Jadi kalaupun BBM tidak naik,kami akan melakukan penyesuaian tarif angkutan 2011 yang naik sebesar 18,36 persen. Karena tarif yang ada saat ini merupakan tarif di 2009," tuturnya.

Namun kenaikan tarif sebesar 33%-35% tersebut tidak akan terjadi bila program insentif pemerintah benar-benar direalisasikan. "Namun dengannya adanya insentif pemerintah kenaikan ini bisa kami tekan, sehingga masyarakat tidak perlu terbebani," tuturnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui berapa besar insentif yang akan dikucurkan oleh pemerintah sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Saat ini masih belum ada kepastian masih menunggu disetujuinya RAPBN-P. Oleh karena itu kita masih melihat seberapa besar insentif yang bisa pemerintah berikan kepada sektor angkutan umum khususnya untuk menekan tarif supaya naiknya tidak terlalu tinggi," jelasnya. [hid]

#bbm bersubsidi #dana subsidi #organda
BERITA TERKAIT
(Isu Telur Tercemar Plastik) Gubernur Khofifah Pasang Badan Peternak Jatim
Wow...Investasi KEK Galang Batang Tembus Rp20 T
(Batik Air Mendarat Darurat) Polana: Pilot dan Kru Wajib Diperiksa Kesehatannya
Ketika Panglima Hadi Bicara Ekonomi Kerakyatan
Siapa Bilang Kalimantan Kekurangan BBM dan LPG?
Kementan Tegas Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian
(Dongkrak Kunjungan Turis) Bea Cukai Akan Pindahkan Kanwil ke Labuan Bajo

kembali ke atas