PASAR MODAL

Kamis, 22 Maret 2012 | 18:58 WIB

Perlambatan China & Resesi Eropa Hantui Pasar

Ahmad Munjin
Perlambatan China & Resesi Eropa Hantui Pasar
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta IHSG mendarat di teritori positif sedangkan rupiah sebaliknya. Pasar dihantui sentimen perlambatan China dan resesi Eropa mengacu pada data rilis data manufaktur.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah mendapat tekanan dari sentimen negatif setelah aktivitas manufaktur China dirilis merosot untuk 5 bulan berturut-turut. Data ini menunjukkan kontraksi di mana kinerja pabrik-pabrik di China mencapai level terendah dalam empat bulan berdasarkan PMI Manufacturing Index versi HSBC.

Indeks manufaktur China turun dari 49,6 jadi 48,1 untuk Februari 2012. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.188 setelah mencapai level terkuatnya 9.152 dan dari posisi pembukaan 9.159 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Kurs rupiah $ pada kontrak harga emas di London, Kamis (22/3/2012) ditutup melemah 7 poin (0,07%) ke level 9.184/9.194 dari posisi kemarin 9.177/9.187.

Pada saat yang sama, lanjut Christian, laporan indeks manufaktur dari Zona Euro, angkanya juga anjlok di bawah ekspektasi dan angka bulan sebelumnya. Angkanya turun dari 49 jadi 47,7.

Angka ini, Christian menegaskan, menunjukkan bahwa ekonomi Eropa berada pada teritori resesi. "Angkanya di bawah 50 dan selama 6 bulan berturut-turut mengalami penurunan," tandasnya.

Sementara itu, dari sisi dolar AS, rupiah mendapat tekanan dari penguatannya setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke menyatakan secara keseluruhan, meski Eropa megnalami resesi dia optimistis ekonomi AS masih melanjutkan pemulihan secara gradual.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,24% ke level 80,08 dari sebelumnya 79,79. "Terhadap euro dolar AS ditransaksikan menguat ke level US$1,3157 dari sebelumnya US$1,3211 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dengan penguatan tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 5,33 poin (0,13%) ke level 4.041,559 hari ini menandakan, indeks masih bisa bertahan di atas level psikologis dan support kuat dari tren naik di 4.000.

Signal bullish yang kemarin muncul, menunjukkan bahwa tren IHSG untuk jangka pendek, bisa jadi adalah trend flat di antara support 4.000 dan resistance 4.065, imbuhnya.

#ihsg #rupiah #manufaktur #china #eropa #albertus chris
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Eropa Abaikan Ketidakpastian AS-China
IHSG Mampu Naik 0,4% ke 6.52,09
Bursa Saham Asia Khawatirkan Nasib Tarif AS-China
Saham Alibaba Jadi Incaran Investor?
Apa Hasil Pertemuan Trump dan Powell?
Ketidakpastian AS-China Tekan Bursa Saham Asia
Inilah Kebuntuan Sikap AS-China Bahas Tarif

kembali ke atas