EKONOMI

Kamis, 22 Maret 2012 | 20:54 WIB

Subsidi Listrik Rp64,9 T Belum Cukup Buat PLN

Mosi Retnani Fajarwati
Subsidi Listrik Rp64,9 T Belum Cukup Buat PLN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa subsidi listrik sebesar Rp64,9 triliun yang telah disetujui Komisi VII DPR masih kurang untuk mengakomodasi operasional PT PLN.

Hatta menyatakan, saat ini antara pemerintah dengan Badan Anggaran masih melakukan pembahasan RAPBN-P 2012, termasuk anggaran subsidi listrik. Kendati dalam rapat kerja dengan Komisi VII telah disepakati tidak akan ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan subsidi listrik hanya sebesar Rp64,9 triliun dari anggaran yang diajukan Rp93 triliun.

"Tapi menurut saya subsidi listrik tidak cukup kalau Rp64 triliun, karena kalau sebesar itu sulit bagi PLN kita untuk ekspansi dan sulit bagi PLN kita untuk memenuhi listrik pada tingkat realibility yang tinggi," jelasnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (22/3/2012).

Dengan demikian, ia berharap dewan mau kembali melakukan pembahasan untuk memutuskan besaran anggaran subsidi listrik yang baru. "Oleh sebab itu, ini harus dipikirkan kembali karena listrik ini berkaitan langsung dengan industri, rumah dan pada akhirnya dengan pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo bakal meminta tambahan anggaran subsidi listrik Rp26 triliun kepada DPR. "Kami sedang berupaya untuk bertemu dengan DPR apakah itu Banggar, apakah Komisi 7, apakah pimpinan DPR, untuk bisa menjelaskan argumentasi pemerintah kenapa kita harapkan tambahan subsidi listrik. Kita berkeyakinan subsidi listrik itu paling tidak perlu tambahan Rp26 triliun, dari apa yang disetujui Komisi VII Rp64,9 triliun," paparnya di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (21/3/2012).

Ia menegaskan, usulan tersebut semata-mata karena kondisi kelistrikan belum memadai dengan subsidi yang telah disetujui dalam rapat kerja dengan DPR pekan lalu, yang sebesar Rp64,9 triliun.

"Kita ingin usulkan bahwa sesuai dengan kondisi kelistrikan kita perlu tambahan. Dan ini bukan sesuatu yang tidak menggunakan dasar, tapi memang kita memerlukan itu," ujarnya. [hid]

#tdl #subsidi listrik #apbnp 2012 #operasional pln
BERITA TERKAIT
(Optimalisasi Subsidi Energi) PKS Perintahkan KESDM Data Ulang Pelanggan Listrik
Sapu Bersih Garuda, DPR Dukung Tendangan Erick
Ekonomi 2019 Nyungsep, Jangan Remehkan Ramalan RR
Kemenkop Dorong Kontribusi UMKM ke PDB dan Ekspor
Agama Miliki Kekuatan Kendalikan Perubahan Iklim
(Kehati Nusantara Expo) BKSDA DKI Jakarta Raih Stand Terbaik
RI Minta Percepat Pemanfaatan Dana REDD+ Norwegia

kembali ke atas