EKONOMI

Senin, 15 Oktober 2012 | 10:05 WIB
(Majalah InilahREVIEW Edisi ke-07 Tahun II)

Edwin, Penerus Dinasti Soeryadjaya

Hideko
Edwin, Penerus Dinasti Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya, Komisaris PT Provident Agro ist

IA BERHASIL mewujudkan keinginan mendiang ayahnya untuk memiliki perusahaan perkebunan. Tak hanya itu ia mampu meraih sukses, bahkan lebih hebat dari sang ayah.

Tidak seperti biasanya, Edwin Soeryadjaya nongol di hadapan publik secara terbuka. Selama ini, putra kedua dari taipan William Soeryadjaya ini jarang tampil di depan umum. Ia lebih sering berada di deretan belakang agar tak terekspose media. Tapi, pekan lalu, ia terpaksa harus meninggalkan kebiasannya. Pagi itu, selaku komisaris PT Provident Agro, ia bertandang ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yang hari itu secara resmi listed di lantai bursa.

Provident Agro, anak usaha Saratoga Capital, bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Di Provident Agro, Saratoga memiliki saham sekitar 43%. Seperti diketahui Saratoga, merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin dan Sandiaga Uno. Di Saratoga Group, ia menjabat sebagai Chairman. Di bawah bendera Saratoga inilah Edwin membangun kerajaan bisnisnya. Perusahaan ini juga memiliki 4,25% saham di PT Adaro, perusahaan tambang batubara kedua terbesar di negeri ini.

Kekayaan Edwin sempat meroket saat harga batubara membumbung tinggi. Tak heran bila tahun lalu majalah Forbes menempatkan Edwin dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Pria berusia 63 tahun itu ditaksir memilki kekayaan US$ 1,4 miliar. Dengan kekayaan sebesar itu Edwin berada di urutan ke-16 orang terkaya di tanah air.

Penerus Soeryadjaya

Nama Edwin Soeryadjaya memang tidak bisa dipisahkan dari nama besar sang ayah, William Soeryadjaya, pendiri Astra Group yang kesohor sebagai konglomerat di era Orde Baru. Sejak 2010, Edwin mampu menunjukkan siapa dirinya. Ia berhasil meraih penghargaan sebagaiIndonesian Entrepeneur of the Year.

Beberapa koleganya menyatakan bahwa apa yang telah diraih Edwin telah melebihi apa yang pernah dicapai ayahnya. Menanggapi itu, lelaki yang memiliki nama lahir Tjia Han Pun ini hanya berujar bahwa mendiang ayahnya adalah pebisis yang andal. Sementara ia mensejajarkan dirinya dengan seorang pebisinis biasa. Namun, ya, begitulah Edwin. Meski sudah tergolong sebagai pebisnis yang andal, ia masih tetap saja rendah hati.

Kasus bangkrutnya Bank Summa (1992), yang membuat keluarga Soeryadjaya harus kehilangan Astra, menjadi pelajaran berharga baginya. Kisah Bank Summa dan Astra, tampaknya, bukan hanya catatan sejarah saja bagi Edwin. Karena kasus ini, konon, hubungan Edwin dan sang kakak Edward Soeryadjaya kurang harmonis. Maklum saja, saat itu Bank Summa dikelola dan dikendalikan oleh Edward. Karena pengelolaan bank yang tidak baik, seluruh keluarga Soeryadjaya harus menanggung risikonya.

Saat itu, menurut Edwin, keluarga Soeryadjaya merasa dihempaskan dari gedung bertingkat yang sangat tinggi. Saat itu kami mengira, kami sudah mati, katanya. Namun peristiwa itu tak membuat Edwin putus asa. Bersama Saratoga, kini Edwin sukses berbisnis dalam berbagai bidang. Mulai dari pertambangan, perkebunan, perdagangan, properti hingga manufaktur.

Sebagai anak dari pengusaha terkenal, William Soeryadjaya, Edwin mulai tumbuh dengan bakat berbisnis seperti ayahnya. Ia cukup terampil dalam mengembangkan kemampuannya sebagai pebisnis. Kemampuannya dalam mengelola perusahaan tidak lepas dari usaha kerasnya. Meskipun ayahnya adalah pengusaha terkenal namun, ia tidak segan untuk belajar keras untuk memiliki kemampuan yang sama.

Berbekal dari keinginan kuat itulah akhirnya Edwin berhasil membangun kerajaan bisnisnya. Tak heran bila banyak orang mengatakan, Edwin penyambung kejayaan keluarga Soeryadjaya. Itu sudah dibuktikan dengan menyabet penghargaan Ernst and Young Entrepreneur of the Year.

Kini, yang harus dilakukannya sekarang adalah mulai menyiapkan generasi penerus agar kerajaan bisnis Soeryadjaya tak hanya sampai generasi kedua atau ketiga.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di Majalah InilahREVIEW edisi ke-07 Tahun II yang terbit, Senin 15 Oktober 2012. [tjs]

#ireview0702 #astra #soeryadjaya
BERITA TERKAIT
Tambah LTT di Sumut, Kementan Siapkan Rencana Aksi
Kharisma Serasi Jaya Incar Pasar Asia
(Tingkatkan Luas Tambah Tanam) Kementan Kawal Optimalisasi Alsintan
Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera
Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati
Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao
(Tips Liburan Akhir Tahun) Vimala Hills & Pullman Ciawi Tawarkan Ini

kembali ke atas