NASIONAL

Jumat, 05 April 2013 | 13:21 WIB
(Insiden LP Cebongan)

Bukti Konflik TNI-Polri belum Bisa Dihindari

Marlen Sitompul
Bukti Konflik TNI-Polri belum Bisa Dihindari
Logo TNI dan Polri (Foto: inilah.com/Grafis)

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR Mardani Ali Sera menilai, terungkapnya penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, oleh oknum Kopassus sebagai bukti bahwa konflik bersenjata antara aparat Polri dan TNI belum dapat terelakkan.

Mardani mengakui memang secara umum kelihatan ada masalah tapi harus diurai dengan jernih.

"Seringkali masalahnya ada dua; personal dan sistemik. Contoh personal, kasus OKU dan juga kasus Cebongan yang awalnya personal. Yang sistemik hampir tidak muncul. Memang peranan Polri sekarang sangat luas, sedangkan TNI terbatas," kata Mardani kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Menurut dia, TNI sebagai prajurit terlatih belum dapat menunjukkan kinerjanya secara profesional. "Jumlah Polisi kita masih jauh dari memadai. TNI sebaliknya sudah on the track karena mottonya menjadi prajurit profesional. Tapi juga belum ideal," kata juru bicara Fraksi PKS DPR itu.

Mardani menjelaskan, prajurit TNI secara umum belum bisa bertugas menjaga kedaulatan NKRI secara profesional. Untuk itu, masih perlu pembenahan serta perhatian khusus kepada aparat militer.

"Untuk profesional ada tiga, welfare (kesejahteraan), well train (terlatih dengan baik) dan well equip (dilengkapi dengan alutsista memadai)," jelasnya. [yeh]

# LP Cebongan
BERITA TERKAIT
Banjir Bandang Sentani, 79 Korban Masih Hilang
PPP Tegaskan Suharso Plt Ketum Tak Langgar Aturan
Efek Domino Pengusaha dan Nahdliyin Dukung Prabowo
BNPB: Korban Tewas Banjir Sentani 104 Orang
PPP Anggap Perbedaan Internal Dinamika Biasa
Banjir di Sentani, Polri Terjunkan Anjing Pelacak
KPU Libatkan TKN dan BPN di Komite Damai

ke atas