NASIONAL

Minggu, 02 Juni 2013 | 17:16 WIB

Pengamat: Demi Pemilu, PKS Tetap di Koalisi

Agus Rahmat
Pengamat: Demi Pemilu, PKS Tetap di Koalisi
ist
INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengancam keluar koalisi. Sebagai partai dakwah, harusnya PKS tidak sekedar mengancam tapi membuktikan ucapannya.

Namun, PKS dinilai tidak akan berani keluar koalisi. Idealisme seperti itu akan disingkirkan untuk menghadapi pemilu 2014.

"Soal PKS dianggap tidak konsisten dengan ancamannya itu tidak penting bagi mereka. Dalam iklim politik yang serba pragmatis sekarang ini, pundi-pundi finasial bagi para politisi lebih penting daripada konsistensi sikap," jelas Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSN) Umar S Bakry saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (2/6/2013).

Umar yakin, ancaman PKS hanya sekedar ancaman. Tetapi, untuk keluar dari koalisi tidak akan terjadi.

"Apalagi jelang pemilu 2014. Hampir mustahil PKS berani keluar dari koalisi," kata Umar.


Jelas Umar, pemilu 2014 memakan dana yang tidak sedikit. PKS, sebagai salah satu kontestan, tentu tidak akan berani keluar koalisi. PKS juga membutuhkan dana segar dari proses pemilu.

Umar yakin, jika PKS keluar, maka PKS bisa pincang di 2014. Karena, sumber pendanaan akan berkurang dengan keluarnya para menteri di kabinet.

"PKS butuh dana besar untuk pemilu dan PKS akan kehilangan pundi-pundifinansialnya kalau para menterinya mundur dari kabinet," kata Umar.

Diberitakan sebelumnya, dalam Islam, dimana PKS menganut idiologi tersebut, antara ucapan dan perbuatan harus selaras. Tidak hanya ucapan tetapi tindakan justru bertolak belakang dari ucapan tersebut.

"Sebagai partai dakwah, semestinya PKS bisa menyesuaikan kata dengan laku. Artinya, jika mereka mengancam keluar koalisi, ya mesti dikerjakan. Jika tidak, bisa-bisa PKS disebut partai yang tidak konsisten," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulay kepada INILAH.COM, Minggu (2/6/2013).

Seperti diketahui, PKS kembali berseberangan dengan Setgab soal penaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). PKS secara tegas menolak penaikan BBM. Sebelumnya, PKS juga mengatakan menolak. Wacana keluar koalisi sempat mencuat. Namun, wacana itu tidak terealisasi dan PKS memutuskan tetap berada di dalam koalisi walau 1 jatah Menteri PKS lepas. [gus]
#pks #koalisi
BERITA TERKAIT
Tidak Nyaleg, Fahri Minta Pimpinan PKS Diganti
Temui Sohibul, Anies: Gak Ada Pembahasan Khusus
PKS Agendakan Bertemu PKB Bahas Pilpres
PKS Cari Capres Alternatif Selain Jokowi&Prabowo?
PKS Tetap Ngotot Minta Cawapres ke Gerindra
PKS Tolak Rizal Ramli Jadi Cawapres Prabowo
Ahok Bebas, PKS: Doa Terbaik Segera Menikah

ke atas