NASIONAL

Rabu, 12 Juni 2013 | 08:04 WIB

Tak Diajak Setgab, PKS Melemah Dukung BBM?

Agus Rahmat
Tak Diajak Setgab, PKS Melemah Dukung BBM?
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) pada Selasa (11/6/2013) malam di Jakarta Convention Center yang dipimpin langsung SBY, tidak menghadirkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada Rabu (12/6/2013) ini juga, Majelis Syuro PKS akan rapat membahas nasib mereka dikoalisi. Beranikah PKS keluar koalisi? Atau justru melunak dan sepakat penaikan BBM?

Tidak diajaknya PKS di rapat setgab, memberi sinyal akan kekecewaan setgab. Padahal, PKS juga menempati posisi menteri di kabinet. Tifatul Sembiring, sebagai Menkominfo bahkan menjadi sekretaris tim sosilisasi penaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diketuai oleh Wapres.

Menanggapi situasi ini, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saleh Daulay mengatakan, sikap apapun yang dihasilkan oleh PKS, setgab tetap dirugikan.

"Seandainya PKS memutuskan untuk menerima BBM, tetap saja setgab koalisi rugi. Pasalnya, PKS sudah keburu mensosialisasikan penolakan atas kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM secara nasional. Masyarakat sudah terlebih dahulu mendapatkan informasi tentang penolakan itu," jelas Saleh kepada INILAH.COM, Rabu (12/6/2013).

Dalam posisi ini, Saleh mengatakan kalau sikap PKS bisa juga berubah. Peran Tifatul yang siap meyakinkan Majelis Syuro ini, dinilai bisa juga berhasil. PKS bisa juga balik badan dan mendukung kebijakan penaikan BBM tersebut.

Namun, tidak mudah bagi koalisi untuk menerima begitu saja keputusan PKS jika nantinya balik badan dan menerima penaikan BBM.

"Seandainya setgab koalisi menerima PKS untuk sama-sama menerima kenaikan BBM, mesti ada persyaratan khusus. Misalnya, setgab koalisi meminta PKS untuk mensosialisasikan perubahan sikap mereka secara nasional. Jika mereka bisa memasang spanduk penolakan secara nasional, tentu mereka pun bisa membuat hal yang sama untuk menerima," jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

"PKS kan bisa membuat spanduk yang kira-kira berbunyi, "PKS mendukung pemerintah untuk menerima kenaikan BBM". Dengan begitu, sikap PKS menjadi jelas. Mereka tetap bersama setgab koalisi dalam suka dan duka," lanjut Saleh.

Rapat pada Selasa malam dimulai pukul 20.00 WIB. Hadir para Ketum parpol. juga hadir Wapres Boediono. Wapres datang menggunakan mobil B 1197 RFS. Sedangkan Presiden SBY yang juga ketua setgab menggunakan mobil berplat nomor B 1909 RFS.

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menggunakan mobil Lexus nomor B 1907 A. Muhaimin Iskandar Ketum PKB datang menggunakan mobil B 1330 RFS.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa datang menggunakan mobil B 1808 RFS. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Alie dengan bernomor polisi B 1258 RFS.

Ketua Harian Partai Demokrat Syariefuddin Hasan menggunakan mobil berplat nomor B 1254 RFS, Sekretaris Setgab Amir Syamsuddin datang dengan mobil B 1126 RFY, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dengan mobil B 1240 RFS, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto hadir menggunakan mobil berplat nomor B 1995 RFS.[jat]

#pks #koalisi #bbm
BERITA TERKAIT
PKS: Lebaran Sebagai Momentum Saling Memaafkan
(Sidang Kedua Sengketa Pilpres) Tim Hukum BPN Akan Ajukan Surat Perlindungan Saksi
Sandi Ajak TIDAR Ikut Suarakan Kebenaran
Pita Kejut di Cipali Tunggu Rekomendasi Polri
Pilot Laporkan 25 Balon Udara di Jalur Penerbangan
Capim KPK, Prasetyo Cari Jaksa Track Record Bagus
Polisi Dalami Kasus Dirut KBN

kembali ke atas