LINGKAR BANDUNG

Rabu, 14 Agustus 2013 | 18:32 WIB

Ada PLTSa, Biaya Angkut dan Pengolahan Sampah Naik

Dery F Ginanjar
Ada PLTSa, Biaya Angkut dan Pengolahan Sampah Naik
inilah.com
INILAH.COM, Bandung Meskipun Kota Bandung sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), namun tidak serta merta menurunkan beban angkut dan pengelolaan sampah. Justru Pemkot Bandung harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar typing fee sebesar Rp350.000 per ton, belum biaya angkut yang dibebankan sendiri.

Typing fee atau biaya pengolahan sampah di PLTSa yang dikelola PT BRIL (Bandung Raya Indah Lestari) sebesar Rp350.000 per ton sampah. Diperkirakan biaya per tahun mencapai Rp88 miliar per tahun, ujar Direktur PD Kebersihan Kota Bandung, Cece H Iskandar dalam ekspose pemenang lelang PLTSa di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Rabu (14/8/2013).

Cece menuturkan, kapasitas PLTSa di Kecamatan Gedebage hanya mampu menampung minimal 700 ton dan maksimal 1.050 ton sampah per hari. Sementara produksi sampah warga di Kota Bandung setiap hari mencapai 1.500 ton.


Sisa sampah yang tidak terangkut merupakan tanggungjawab Pemkot memakai metode lain. Mungkin yang akan kita pakai tetap over dumping di Sarimukti sampai akhir tahun 2015. Untuk kemudian bisa memakai Legoknangka. Ada juga program 3R (Reuse-Reduce-Recycle), ungkapnya.

Selama ini, lanjut Cece, biaya angkut dan pengelolaan sampah di TPA Sartimukti yang dikeluarkan Pemkot Bandung setiap tahun mencapai Rp80 miliar. Biaya itu untuk typing fee sebesar Rp33.500 per ton atau Rp13 miliar per tahun, ditambah biaya pengangkutan sampah mencapai Rp40-45 miliar per tahun.

Ke Sarimukti, dilihat dari kondisi lingkungan kurang bagus. Kesana jauh dengan biaya pengangkutan sampah cukup mahal. Kalau PLTSa menjadi investasi, kota akan lebih baik karena tumpukan sampah nyaris tidak akan ada, kilahnya.[ang]
#pltsa #biaya #angkut #pengolahan #sampah
BERITA TERKAIT
PDIP Menduga Wiranto-SBY Bahas Soal Cawapres
Meski MU Gagal Juara Liga, Mou Bisa Sedikit Bangga
Awas! Tunda Bayar Utang saat Mampu ialah Kezaliman
(Pasca Pertemuan dengan Kim Jong-un) Pompeo Jadi Perhatian Kebijakan Luar Negeri AS
Tengok Motornya, Gibran Sambangi Arena IIMS 2018
Airlangga Ingin Ada Lompatan Ekspor Fesyen Muslim
PDIP Anggap Pertemuan Wiranto-SBY Biasa Saja

ke atas