EKONOMI

Jumat, 05 Januari 2018 | 06:09 WIB

Belum Waktunya Diumumin, Agus Klaim Cadev Naik

Belum Waktunya Diumumin, Agus Klaim Cadev Naik
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia mencatat cadangan devisa hingga akhir Desember 2017 mencapai US$130 miliar. Atau naik US$4,03 miliar dari posisi November 2017 sebesar US$125,97 miliar.

"Per Desember 2017 sebesar 130 miliar dolar AS, detailnya nanti," kata Gubernur BI, Agus DW Martowardojo di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Agus belum menjelaskan penyebab kenaikan cadangan devisa tersebut. Adapun Bank Sentral baru akan merilis posisi cadangan devisa Desember 2017 secara detail pada 8 Januari 2017.

Posisi cadangan devisa mencerminkan daya stabilitas nilai tukat rupiah. Selama Desember 2017, jika melihat kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), posisi nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp13.500 per US$.

Jika melihat realisasi 2017, sepanjang tahun lalu, nilai tukar rupiah hanya terdepresiasi 0,78%, menurut data hingga 21 Desember 2017. Besaran depresiasi yang di bawah satu persen, menurut Agus, mencerminkan stabilitas nilai tukar rupiah yang semakin terjaga dibanding 2016.

Sedangkan dari tingkat gejolak nilai tukar atau volatilitas rupiah, sejak Januari 2017 hingga pertengahan Desember 2017, volatilitas rupiah di bawah 3%. Adapun, tingkat volatilitas rupiah itu sejajar dengan ringgit Malaysia dan peso Filipina yang juga menurun volatilitasnya pada tahun ini dibandingkan 2017. [tar]

BERITA TERKAIT
(Sertifikasi Kompetensi) Cara FTI UBSI Pacu Kredibilitas Profesi Lulusan
Waduh, Penerimaan Negara Masih di Bawah Rata-rata
KRPL Kementan Mampu Jual Sayuran ke Hotel
Inilah Persiapan PLN Sambut Kendaraan Listrik
Tuduhan Feedmill Picu Mahalnya Jagung Tak Bernalar
Kemenkop & UKM Gandeng TopKarir Atasi Pengangguran
DPR Ungkap PNBP Kelautan Bebani Nelayan

ke atas