OLAHRAGA

Sabtu, 06 Januari 2018 | 09:00 WIB

Gelar Paling Berkesan Tontowi/Liliyana di 2017

Reza Adi Surya
Gelar Paling Berkesan Tontowi/Liliyana di 2017
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sudah memenangkan banyak gelar prestisius sepanjang kariernya. Tapi, ada satu gelar paling berkesan bagi keduanya di 2017.

Tontowi/Liliyana sudah memenangkan tiga gelar All England, dua kejuaraan dunia, beberapa gelar Super Series, dan puncaknya medali emas Olimpiade 2016.

Dengan usia yang tak lagi muda, Tontowi/Liliyana lebih selektif memilih turnamen yang diikuti di 2017. Bagi Tontowi/Liliyana, gelar paling berkesan adalah Indonesia Terbuka Super Series Premier, yang menjadi kali pertama keduanya bisa meraih gelar di rumah sendiri.

"Gelar di Indonesia Open paling berkesan buat kami di tahun ini, karena kami penasaran sekali mau jadi juara di rumah sendiri. Waktu itu kami berpikir kok belum bisa juara di Indonesia? padahal di event-event penting seperti kejuaraan dunia dan emas olimpiade sudah bisa kami dapatkan," ungkap Liliyana, dikutip dari Badmintonidonesia.org.

"Yang kedua baru gelar juara dunia tahun 2017. Nggak menyangka bisa jadi juara dunia lagi. Sebelumnya saya sudah pernah jadi juara dunia tiga kali dan tahun 2017 saya bisa juara lagi," tambah Liliyana, yang sebelumnya pernah menjadi juara dunia di 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto.

Tontowi mengamini pernyataan Liliyana. Indonesia Open menjadi gelar yang paling membekas di hatinya.

"Rasanya luar biasa, bisa juara di depan publik sendiri dan akhirnya menang setelah beberapa kali mencoba. Kami pun mematahkan anggapan orang yang meragukan kalau kami bisa juara di kandang sendiri," ungkap Tontowi.

"Apalagi lihat lawan-lawan kami di Indonesia Open memang banyak pemain-pemain muda yang sedang naik penampilannya," tandasnya.

#Tontowi #Liliyana
BERITA TERKAIT
(Try Out Jelang SEA Games 2019) Timnas Polo Air Putra Raih Perak di Hongkong
(Jelang Kejuaraan Dunia 2019) Gregoria dan Fitriani Harus Lebih Tahan dan Fokus
4 Ganda Campuran Siap Bertarung di Swiss
Direktur Utama IBL: Kami Siapkan Solusi Terbaik
Tunggal Putra Ditargetkan Lolos ke Semifinal
Terkait Pengunduran Diri, Ini Kata Pemilik Stapac
Stapac Jakarta Ajukan Pengunduran Diri dari IBL

kembali ke atas