EKONOMI

Senin, 15 Januari 2018 | 18:09 WIB

Neraca Dagang 2017 Boleh Surplus, Desember Nombok

M Fadil Djaelani
Neraca Dagang 2017 Boleh Surplus, Desember Nombok
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto (Foto: inilahcom/M Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2017, mengalami surplus US$11,84 miliar. Naik US$9,53 miliar ketimbang surplus 2016. Sementara Desember 2017 merosot 3,45%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, mengatakan, surplus neraca perdagangan 2017 tertinggi sejak 2013. Sementara pada 2014, neraca dagang mengalami defisit, selanjutnya kembali surplus pada 2015 dan 2016. "Tahun 2017, kita mengalami surplus yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2016. Surplus pada 2017 sebesar 11,84 miliar dolar AS," kata Kecuk di Kantor BPS, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Kecuk memaparkan, neraca perdagangan pada 2013 menunjukkan defisit sebesar US$4,08 miliar, kemudian 2014 defisit US$2,20 miliar. selanjutnya surplus terjadi pada 2015 sebesar US$7,67 miliar, meningkat pada 2016 menjadi US$9,53 miliar.

Ada pun surplus neraca perdagangan 2017 dipengaruhi sektor surplus sektor non-migas sebesar US$20 miliar, namun ada defisit US$8,56 miliar pada sektor migas.

Neraca perdagangan Indonesia surplus terhadap tiga negara, yakni India, Amerika Serikat dan Belanda, sedangkan defisit terjadi pada Tiongkok, Thailand dan Australia. "Dengan India, kita surplus 10,16 miliar dolar, AS surplus 9,44 miliar dan Belanda 3,03 miliar," kata Kecuk.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2017, mencapai US$168,73 miliar, atau meningkat 16,22% dibanding periode yang sama pada 2016. Sementara, impor kumulatif Januari-Desember 2017 mencapai US$156,89 miliar, atau meningkat 15,66% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan selisih nilai ekspor dan impor kumulatif, neraca perdagangan pada 2017, menghasilkan surplus US$11,84 miliar.

Secara rinci, nilai neraca perdagangan Indonesia khusus Desember 2017, mengalami defisit US$$0,27 miliar, dipicu dari defisit sektor migas US$1,04 miliar. Namun, neraca perdagangan sektor non migas surplus US$0,77 miliar.

Dari sisi volume perdagangan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 34,03 juta ton pada Desember 2017. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 34,90 juta ton. Namun, neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,87 juta ton.

Sementara neraca dagang Desember 2017 mengalami defisit sebesar US$0,27 miliar. Angka tersebut didapat lantaran nilai ekspor lebih rendah ketimbang nilai impor yang lebih tinggi.

Pada bulan tersebut, nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,79 miliar, sementara untuk impor mencapai US$15,06 miliar, sehingga didapat angka defisit sebesar US$0,27 miliar. "Desember 2017 neraca dagang Indonesia mengalami defisit sebesar US$0,27 miliar," kata Kecuk.

Kecuk mengungkapkan defisitnya neraca dagang dipenghujung tahun 2017 tersebut dikarenakan merosotnya nilai ekspor migas terutama harga minyak yang terus berfluktuatif "Defisit dipicu surplus nonmigas US$774,7 juta dan defisit migas US$1,044 miliar," katanya. [ipe]

#BPS #NeracaPerdagangan #Surplus
BERITA TERKAIT
Karena Arcandra Bukan Superman, Impor Migas Turun
Neraca Dagang Laporan BPS Bikin Jokowi Puas
BPS Sebut Upah Buruh Tani Naik tapi Tipis Banget
BPK Bantah Infrastruktur Mangkrak Ala Fadli Zon
Sepuluh Tahun, Aset Negara Melonjak 272%
RI Tuan Rumah Kembali, Konferensi Perlebahan Asia
Jalur Sutra dan Utang Infrastruktur

ke atas