EKONOMI

Jumat, 19 Januari 2018 | 06:41 WIB

Inilah Faktor Penopang Ekonomi Tetap Positif

M Fadil Djailani
Inilah Faktor Penopang Ekonomi Tetap Positif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Darmin Nasution menyatakan bahwa perekonomian Indonesia semakin menuju ke arah positif di tengah ketidakpastian pergerakan ekonomi dunia.

Kita perlu bersyukur karena pertumbuhan perekonomian Indonesia terus menunjukkan peningkatan mencapai 5,06% pada triwulan ke III tahun 2017," kata Darmin dalam keterangan resminya, Kamis (18/1/2018).

Pencapaian ini tidak hanya disebabkan oleh adanya pembangunan dari sektor sumber daya alam. Namun juga dari sektor industri, dimana pemerintah menyusun ruang fiskal lebih besar dalam meningkatkan infrastruktur dan bantuan sosial.

Selama 2,5 tahun ini pemerintah fokus melakukan transformasi pembangunan ekonomi dari sektor sumber daya alam menjadi sektor industri, ungkap Darmin.

Maka dari itu pemerintah mengeluarkan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha sesuai dengan Perpres No. 91 tahun 2017 yang bergerak melalui tiga kegiatan. Pertama, mempercepat pelayanan perizinan berusaha melalui penerapan Sistem Pelayanan Perizinan Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS). Kedua, memberikan fasilitas sistem checklist (hutang perizinan) di kawasan-kawasan ekonomi. Ketiga, menetapkan sistem data sharing.

Melalui kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha, seorang investor hanya perlu mendatangi satu bangunan untuk pendaftaran, pembelian tanah, dan semuanya diselesaikan melalui satu sistem yaitu Online Single Submission, tegas Menko Darmin. [hid]

#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
ProduksiPertamina EP Asset 3 Tembus 12.400 BPH
(Dolar AS Perkasa) Perusahaan Bahan Bangunan Siap Dongkrak Harga
Ini Alasan Rupiah Bisa Sentuh Titik Terlemah
Rupiah Rp15.200/US$, BI Masih Yakin "Rapopo"
Dilarang Kaget, Penderitaan Rupiah Hingga 2019
BPK Bantah Infrastruktur Mangkrak Ala Fadli Zon
Sepuluh Tahun, Aset Negara Melonjak 272%

ke atas