PASAR MODAL

Jumat, 19 Januari 2018 | 09:36 WIB

Bursa Saham Asia Mayoritas Menghijau

Wahid Ma'ruf
Bursa Saham Asia Mayoritas Menghijau
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Tokyo - Indeks utama di Asia sebagian besar lebih tinggi pada awal perdagangan Jumat (19/1/2018). Meskipun patokan Australia dilacak lebih rendah. Wall Street, pada bagiannya, menutup sesi Kamis dengan sedikit kerugian di tengah kekhawatiran politik.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,22 persen pada awal perdagangan. Indeks tersebut menyentuh level tertinggi 26 tahun terakhir di sesi terakhir, namun mundur dari level tersebut di kemudian hari, seperti mengutip cnbc.com.

Mobil dan keuangan sebagian besar lebih tinggi pada hari Jumat. Mitsubishi Motors naik 1,29 persen, mengungguli saham otomotif utama lainnya, dengan Toyota kelas berat naik 0,12 persen di pagi hari. Di antara nama teknologi, Nintendo naik 2,5 persen, memperluas keuntungan menyusul peluncuran aksesoris Nintendo Switch terbarunya.

Di Korea Selatan, Kospi menempelkan 0,17 persen. Pembuat mobil berada di wilayah positif, meski teknologi dan manufaktur bermain diperdagangkan mixed. Indeks kelas berat Samsung Electronics naik 0,36 persen pada awal perdagangan sementara saingannya SK Hynix melemah 0,27 persen.

Indeks ASX 200 sedikit berubah, diperdagangkan 0,06 persen di bawah garis datar. Saham pertambangan utama lebih rendah pada awal terjadinya, dengan Rio Tinto kehilangan 0,63 persen dan BHP merayap turun sebesar 0,06 persen.

Saham AS di Wall Street berakhir melemah pada hari Kamis karena investor fokus pada kemungkinan penutupan pemerintah. Itu terjadi meski perusahaan korporat tetap mencatat pendapatan kuartalan yang solid. Pada hari Rabu, 78 persen perusahaan S & P 500 yang telah melaporkan ekspektasi tertinggi.


Namun, fokus langsung untuk pasar di negara bagian tetap menjadi tenggat waktu Jumat bagi Kongres AS untuk menyampaikan tagihan dana perhentian. Sehubungan dengan itu, rata-rata industri Dow Jones turun 0,37 persen, atau 97,84 poin, berakhir pada 26.017,81.

Dolar stabil setelah merayap turun dalam sesi terakhir menjelang batas akhir Jumat di Amerika Serikat. Indeks dolar, yang melacak mata uang A.S. terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan pada 90,495 pada 8:27 a.m. HK / SIN setelah jatuh serendah 90.113 semalam.

Kelemahan dalam dolar melihat euro dan poundsterling Inggris bertahan pada kenaikan semalam. Greenback juga melayang rendah terhadap yen untuk mengambil 110,87, dibandingkan penutupan Kamis di 111,05.

Dolar Australia naik ke perdagangan di US$0.8019 setelah data ekonomi China kuat dirilis di sesi sebelumnya.
Kelompok SoftBank Jepang di Thurday menjadi pemegang saham terbesar Uber setelah secara resmi menutup kesepakatan tinggi dengan perusahaan pembawa acara.

Kesepakatan itu telah memberi nilai Uber sekitar US$48 miliar, yang merupakan diskon untuk valuasi sebelumnya yang hampir mencapai $ 70 miliar. Saham SoftBank turun 0,4 persen pada awal perdagangan, berkinerja buruk pada sebagian besar saham teknologi Jepang lainnya, yang diperdagangkan lebih tinggi.

Sementara itu, Ping An Insurance Group telah mengumpulkan hampir US$1 miliar dana menjelang daftar rencana unit data medis, Reuters melaporkan, mengutip sumber. Ping An mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa pihaknya "mengembangkan secara proaktif" teknologi yang mendukung bisnis utamanya, namun disarankan "berhati-hati saat menangani sekuritas" perusahaan tersebut.
#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
Sampai Kapan Wijaya Karya Realty Tunda IPO?
Kondisi Pasar Bergejolak, 5 Perusahaan Batal IPO
Pembelian Saham Selektif, Momentum Rebound IHSG
Bursa Saham Nikkei Dibuka Melandai
Bursa Saham Sydney Dibuka Loyo
Buka Sesi I, IHSG Menghijau 33,7 Poin ke 5.767
Bursa Asia Abaikan Penguatan Wall Street

ke atas