DUNIA

Rabu, 31 Januari 2018 | 10:24 WIB

Putin Anggap AS Ambil "Langkah Bermusuhan"

Putin Anggap AS Ambil "Langkah Bermusuhan"
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Moskow -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Amerika Serikat (AS) telah mengambil "langkah bermusuhan" dengan merilis sebuah daftar yang merinci kekayaan dan hubungan politik 210 orang yang mempunyai hubungn erat dengan Kremlin.

Departemen Keuangan AS menerbitkan daftar itu pada hari Senin (29/1), yang dikutip dari VOA, Rabu (31/1). Penerbitan daftar itu tekah ditetapkan oleh undang-undang yang disahkan oleh Kongres pada Agustus lalu. Tujuannya, menghukum Rusia karena ikut campur dalam Pemilihan Presiden AS tahun 2016.

Presiden AS Donald Trump enggan menandatangani undang-undang tersebut. Pejabat pemerintah mengatakan bahwa saat ini belum ada rencana untuk menjatuhkan sanksi baru pada Kremlin.


Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan bahwa tindakan tersebut telah memukul perusahaan-perusahaan Rusia.

"Sekarang kami telah memberi tahu Kongres bahwa undang-undang ini dan implementasinya menghalangi Rusia menjual senjata," tulis Nauert. "Sejak diberlakukannya... undang-undang, kami memperkirakan bahwa pemerintah asing telah membatalkan pembelian senjata bernilai beberapa miliar dolar dari Rusia."

Beberapa pejabat Kremlin marah terhadap daftar itu. Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan, hal itu akan "meracuni hubungan untuk waktu lama".

Tapi Putin lebih menahan diri. Berbicara pada sebuah acara kampanye Selasa di Moskow, dia mengatakan bahwa meskipun dia kecewa atas daftar itu, dia akan menunda tindakan pembalasan, yang tampaknya karena daftar tersebut tidak disertai sanksi dari AS. [voa/lat]
#as #bermusuhan #putin #rusia
BERITA TERKAIT
Rusia Serukan Eropa Bantu Rekonstruksi Suriah
AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia
Steven Seagal Jadi Duta Khusus Rusia
Menteri Bersepeda ke RS untuk Melahirkan
Ghani Tawarkan Gencatan Senjata kepada Taliban
16 Suster di Sebuah Rumah Sakit Hamil Bersamaan
Puluhan Keluarga Korsel Berkumpul Jelang Reuni

ke atas