DUNIA

Rabu, 31 Januari 2018 | 11:52 WIB

Direktur Intel Rusia Bertemu dengan Kepala NSA

Didi Prambadi
Direktur Intel Rusia Bertemu dengan Kepala NSA
Kepala Badan Intelijen Rusia, Sergey Naryshkin (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Washington DC - Kepala Badan Intelijen Rusia, Sergey Naryshkin diam-diam bertemu dengan Dan Coats, Direktur Intelijen Nasional AS, NSA dan sejumlah pejabat intelijen AS lainnya, pekan lalu.

Kantor berita Reuters mengabarkan Selasa (30/1/2018), pertemuan itu berlangsung sehari sebelum Presiden Trump menolak menjatuhkan sanksi terhadap ratusan pejabat Rusia. Hal itu dibenarkan oleh Anatoly Antonov, Dubes Rusia untuk AS kepada Kantor berita Rusia, ITAR-Tass. Para pejabat Rusia dan Sergey Naryshkin bertemu dengan koleganya dari AS untuk membahas kerjasama membasmi terorisme, kata Antonov.


Pertemuan diam-diam itu mengheranakan banyak pihak, mengingat Sergey Naryshkin termasuk salah satu dari ratusan pejabat tinggi Rusia yang dilarang masuk ke AS. Namun, kerjasama bidang intelijen antara AS dan Rusia telah berlangsung sejak lama. Kedua negara bekerjasama di berbagai bidang, termasuk melakukan aksi anti terorisme dan melawan kelompok militan Islam. Bulan lalu misalnya, AS memberikan informasi penting ke Rusia tentang adanya rencana aksi teror di St. Petersburg.

Sergey Naryshkin diangkat oleh Presiden Vladimir Putin menjadi kepala badam intelijen Rusia, SVR pada tahun 2016. Naryshkin terkena sanksi ekonomi oleh Presiden Obama sejak Maret 2014, sebagai bagian dari sikap AS terhadap pencaplokan Crimea oleh Rusia. Saat itu, Sergey Naryshkin menjadi ketua parlemen Rusia.

Sejumlah sumber di Washington DC mengungkapkan, meski dijatuhi sanksi, namun Sergey Naryshkin diizinkan berkunjung ke AS untuk tugas negara. Pertemuan antara pejabat intelijen, meski dari negara-negara saingan AS, masih tetap dilakukan secara rahasia dan bukan hal baru, tutur sumber itu.
#Rusia #NSA #AS
BERITA TERKAIT
Presiden Assad Temui Presiden Putin di Rusia
Presiden Putin Resmikan Jembatan Crimea-Rusia
Keterlibatan Rusia di Pilpres AS Belum Terbukti
Presiden Putin Resmikan Jembatan Crimea-Rusia
Maduro Terpilih Kembali Jadi Presiden Venezuela
Agen FBI Memata-matai Kampanye Trump?
Hubungan Turki dan AS Semakin Tegang

ke atas