NASIONAL

Rabu, 31 Januari 2018 | 16:34 WIB

Kasus Gizi Buruk, Mensos: Jangan Merasa Pahlawan

Ahmad Farhan Faris
Kasus Gizi Buruk, Mensos: Jangan Merasa Pahlawan
Menteri Sosial RI, Idrus Marham (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Sosial RI, Idrus Marham mengatakan kasus gizi buruk dan wabah campak di Asmat Papua merupakan operasi kemanusiaan. Sehingga, jangan ada pihak yang merasa seperti pahlawan.

"Penanganan Asmat ini adalah operasi kemanusiaan," kata Idrus di Kantor Sekretariat Negara, Rabu (31/1/2018).

Menurut dia, keterlibatan TNI/Polri menangani masalah gizi buruk dan wabah campak di Asmat Papua itu tentu dalam rangka operasi kemanusiaan bukan operasi militer.

"Ini juga kadang-kadang kita ketika masih melakukan operasi kemanusiaan, jangan ada yang merasa pahlawan. Semua pahlawan, karena itu adalah gotong-royong," ujar mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini.

Jadi, Idrus perlu meluruskan konstruksi berpikir bahwa di Papua memang perlu penanganan khusus sehingga keluarlah Undang-undang yang kemudian membentuk otonomi khusus.

Ia mengatakan memang ada penanganan khusus dalam segala aspek sehingga nanti diperlukan pendampingan dengan mengedepankan cara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

"Kalau selama ini kan kenapa masalah Papua itu-itu saja, karena itu perlu berkesinambungan, tidak boleh terputus. Karena itu dari Kemensos jangan ada kecurigaan-kecurigaan," jelas dia.

Ia menjelaskan dalam pengelolaan pemerintahan ada pendampingan antara pemerintahan di pusat dengan gubernur, bagaimana pengelolaan pemerintahan, di daerah juga ada pendampingan tenaga-tenaga profesional yang barangkali misalkan masalah pertanian dan lainnya. [ton]
#GiziBuruk #SukuAsmat
BERITA TERKAIT
SBY Khawatir Politik Uang Pemilu, Ini Kata Golkar
Sentil Soal 'Ujian' Pemilu, SBY Disebut Negarawan
(Soal Kekhwatiran Politik Uang di Pemilu 2019) PSI Sebut Bawaslu 'Bertaji' dan 'Bertaring'
FPI Kesal Rizieq tak Dapat Perlindungan?
Ust Haikal: Rezim Ini tak Mampu Kembalikan Rizieq
Eggy Sujana Sebut Habib Rizieq Diancam Sniper
SBY Dianggap Kerap Khawatir Berlebih

ke atas