MOZAIK

Minggu, 04 Februari 2018 | 12:00 WIB

Memaknai Istilah Jilbab dan Khimar dalam Alquran

Memaknai Istilah Jilbab dan Khimar dalam Alquran
(Foto: Ilustrasi)
KEDUA ayat yang mulia tersebut saling menguatkan dan saling menyempurnakan satu sama lainnya. Terkadang di masa lalu khimar hanya dipakai budak sahaya, sementara wanita merdeka menambahkannya dengan jilbab. Namun, baik budak sahaya maupun wanita merdeka, sama-sama diwajibkan untuk menutupi kepala mereka

1. QS an-Nur ayat 31:

"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya"

Penjelasan:

Kata dalam ayat di atas merupakan bentuk jamak dari 'khimar' yang bermakna agar menutupi rambut, leher, dan anting-anting mereka. [Ibn Jarir ath-Thabari].

Kata ini merupakan kain yang digunakan untuk menutupi, yakni menutupi kepala, itulah yang oleh orang banyak disebut kerudung. Sebuah kerudung yang luas hingga menutupi dadanya, gunanya untuk menutupi bagian tubuh di bawahnya seperti dada dan tulang dada serta agar menyelisihi model wanita Jahiliyyah. [Ibn Katsir]

Ummul Mukminin 'Aisyah menceritakan bahwa tatkala turun ayat ini, para sahabiyah Muhajirin saat itu bersegera menyobek kain mantel mereka hingga ke sisi samping dan difungsikan sebagai kerudung. (HR. Bukhari No. 4758).


Atas dasar kebersegeraan wanita Quraisy di ataslah sehingga Aisyah memuliakan keutamaan mereka. Wanita harus menutup kepala dan seluruh badan, khususnya pada bagian dada untuk menutupi rambut, leher dan bagian-bagian sekitar dada. Sebab turun ayat ini, kaum wanita di masa Jahiliyah ketika menutupi kepala dengan kerudung, kerudung diselimpangkan ke belakang punggung. [Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Wasith]

2. QS Al-Ahzab ayat 59:

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"

Penjelasan:

Yang dinamakan dengan jilbab adalah qina' (kudung) di atas khimar. (Sa'id bin Jubair) Jilbab adalah ar-rida, kain penutup di atas kerudung. Ini pendapat Ibn Mas'ud, Ubaidah, Qatadah, Hasan al-Bashri, Sa'id bin Jubair, Ibrahim an-Nakha'i, 'Atha' al-Khurasani dan selain mereka. Jilbab sama dengan izar, yakni kain saat ini. [Ibn Katsir]

Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh [Al-Jauhari]. Kata adalah bentuk jamak dari 'jilbab' yang berarti pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh wanita. [Jalalain]

Wajah wanita bukanlah aurat yang wajib ditutup. Jilbab adalah pakaian yang menutup seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Hijab syar'i memiliki batasan-batasan yang proporsional, tidak berlebihan, dan tidak terlalu menyepelekan, menunjukkan peradaban mulia, tidak menghalangi aktivitas wanita, dan berperan di setiap aktivitas penting yang berguna bagi masyarakat dan umat. [Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Wasith]

Wallahu a'lam. [Ustadz Wido Supraha]
#HukumIslam #Hijab #LepasJilbab
BERITA TERKAIT
(Menyambut HUT ke-73 RI) Cintailah Tanah Air Agar Hidup Bahagia
(Menyambut HUT ke-73 RI) Wahai Umat Islam, Kemerdekaan Itu Milik Kita
Keutamaan Mencari Ilmu
Semangatlah dalam Bertamu kepada Allah
Karya Tuhan
Tidakkah Cukup Tuhanmu sebagai Saksi?
Pengakuan Siapa yang Kita Cari?

ke atas