TEKNOLOGI

Senin, 05 Februari 2018 | 02:02 WIB

Polusi Udara Bunuh Jutaan Jiwa Setiap Tahun

Polusi Udara Bunuh Jutaan Jiwa Setiap Tahun
(Foto: acs.org)
INILAHCOM, Washington - Polusi udara bertanggung jawab atas 6,1 juta kematian dan hampir 12 persen dari kematian global pada 2016, demikian menurut data dari University of Washingtons Institute for Health Metrics and Evaluation di AS.

Dari 6,1 juta kematian akibat pencemaran udara, 4,1 juta disebabkan oleh polusi udara luar. Sumbernya adalah kendaraan, sisa pembakaran pembangkit listrik, dan pabrik baja.

Sementara itu, pencemaran udara dalam ruang atau di rumah tangga menjadi persoalan mendesak bagi negara berpendapatan rendah. Pasalnya, aktivitas memasak dan memanaskan ada di dalam rumah. Kematian akibat polusi udara dalam ruangan mencapai 2,6 juta per tahun.

Dikarenakan polusi udara dapat menyeberang ke wilayah lain, tidak ada satupun negara yang mampu menyelesaikan persoalan ini sendiri. Polusi udara di China telah dikaitkan dengan kematian 3.100 warga AS dan Eropa Barat pada tahun 2007.

Pada tahun yang sama, 110 ribu kematian di China dihubungkan dengan polusi akibat konsumsi AS dan Eropa Barat.

"Polusi udara dapat berhembus jauh dan menyebabkan dampak kesehatan bagi wilayah yang terkena tiupan anginnya," sebut Qiang Zhang, peneliti di Universitas Tsinghua di Beijing, China.


Perubahan iklim akan memicu sejumlah masalah kesehatan masyarakat, termasuk kematian akibat panas dan dingin. Risiko penyakit dan masalah kesehatan mental akibat perubahan iklim dan cuara ekstrem juga ikut meningkat.

Lalu, perubahan iklim juga ditemukan turut menyumbang terhadap kemunculan polusi udara. Suhu yang lebih panas menaikkan risiko kebakaran hutan, lantas menimbulkan polusi udara.

Selain itu, ozon di permukaan tanah turut bertambah. Ozon inilah yang menyebabkan asap perkotaan, yang memicu masalah kesehatan seperti nyeri dada, iritasi tenggorokan dan pembengkakan paru-paru, menurut Environmental Protection Agency.

Organisasi lokal, nasional, dan antar pemerintah mesti sama-sama memikirkan untuk menyelesaikan permasalahan polusi udara.

"Polusi udara tidak memandang batasan politik," ujar Kirk Smith, seorang profesor kesehatan lingkungan global di University of California, AS, seperti dilansir The Huffington Post.

#polusi #polusiudara #kematian #penelitian
BERITA TERKAIT
Mengenal Cacing Laut Aneh Bernama Polychaetes
Advan i6 Unlimited, Paket Buat Penggila Streaming
NASA Rilis Video Rotasi Bulan yang Mengagumkan
Seperti ini Produk Mug/Cangkir Pintar
PM Korsel Sambangi Telkomsel 5G Experience Center
Dukung Pelestarian Karang G-SHOCK Rilis Transparan
Zephyrus S, Laptop Gaming terbaru dari ASUS

ke atas