GAYA HIDUP

Senin, 05 Februari 2018 | 20:13 WIB

Ini Akibat Jika IQ Anak Terus Menurun

Mia Umi Kartikawati
Ini Akibat Jika IQ Anak Terus Menurun
(Foto: zeenews.india)
INILAHCOM, London - Anak - anak yang menunjukkan penurunan terus - menerus dalam tingkat intelligent quotient (IQ), bisa berisiko pengembangan gangguan schizophrenia.

Mengutip dari zeenews, Senin (05/02/2018), hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengembangkan gangguan psikotik sebagai orang dewasa memiliki nilai IQ normal di masa kanak-kanak, tapi tingkat IQ mereka sudah mulai menurun.

Itu terus turun sepanjang masa kanak-kanak, masa remaja dan dewasa awal sampai mereka rata-rata 15 poin lebih rendah daripada rekan-rekan mereka sehat.

Selain tingkat IQ rendah, anak-anak ini juga tertinggal di belakang rekan-rekan mereka dalam kemampuan kognitif seperti bekerja memori, kecepatan pemrosesan dan perhatian bersama dengan kelainan pada persepsi dan berpikir.

"Untuk individu dengan gangguan psikotik, penurunan kognitif tidak hanya dimulai di masa dewasa, ketika orang mulai mengalami gejala seperti halusinasi dan khayalan, tapi agak banyak tahun sebelumnya, ketika kesulitan dengan intelektual tugas pertama muncul dan memburuk dari waktu ke waktu,"kata Josephine Mollon, peneliti di King's College di London.


"Hasil kami menunjukkan bahwa antara orang dewasa dengan gangguan psikotik, tanda-tanda pertama penurunan kognitif jelas pada usia dini," ditambahkan Mollon.

Namun, tidak semua anak yang berjuang di sekolah berada pada risiko mengembangkan gangguan kejiwaan yang serius, para peneliti mengatakan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal JAMA psikiatri.

Intervensi awal untuk meningkatkan kemampuan kognitif yang berpotensi dapat membantu mencegah gejala psikotik dari berkembang di kemudian hari.

"Ada intervensi awal yang ditawarkan kepada remaja dan dewasa muda dengan psikosis," kata Abraham Reichenberg, profesor di Universitas.

"Hasil kami menunjukkan pentingnya potensi intervensi yang terjadi jauh lebih awal dalam kehidupan. Campur tangan dalam masa kanak-kanak atau awal masa remaja dapat mencegah kemampuan kognitif yang memburuk dan hal ini mungkin bahkan keterlambatan atau mencegah timbulnya penyakit," tambah Reichenberg.

Untuk penelitian ini, peneliti termasuk individu dan 4.322 dan mengikuti mereka dari 18 bulan sampai 20 tahun usia.(tka)
#IQ #anak #risiko #schizophrenia
BERITA TERKAIT
Tantrum Pada Anak, Penting?
Manfaat Mengajarkan Anak Naik Sepeda
Gangguan Tumbuh Kembang Anak Masih Tinggi
Tren Digital Jadi Tantangan Pola Asuh Anak
Asupan Tepat untuk Atasi Masalah Berat Badan Anak
Jangan Terlambat Deteksi Dini Pertumbuhan Anak
Ini yang Terjadi Jika Anak Kurang Asupan

ke atas