MOZAIK

Jumat, 09 Februari 2018 | 00:04 WIB

Percaya Matahari, Mengapa tak Percaya Allah

KH Ahmad Imam Mawardi
Percaya Matahari, Mengapa tak Percaya Allah
(Foto: ilustrasi)
SIAPA yang tak butuh matahari? Semua membutuhkannya. Tanpanya pohon kan layu, tubuhpun menjadi sayu. Tanpanya tak ada kata segar, yang ada adalah pucat pasi. Menariknya, sebutuh bagaimanapun manusia akan matahari, tak ada manusia yang menangis saat ia tenggelam. Mengapa tak menangis? Karena manusia yakin bahwa matahari akan kembali esok paginya.

Manusia membutuhkan nikmat, karunia atau anugerah. Setiap saat itulah yang dimohon dan dipinta. Setiap kesempatan, itulah yang dikejar dan dicari. Namun, kadangkala ada nikmat yang Allah cabut, ada karunia yang Allah simpan kembali. Saat seperti itu, manusia menangis, galau dan bingung dengan menganggapnya sebagai akhir dari kehidupan. Tak percayakah mereka pada firmanNya bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan? Tak yakinkah mereka bahwa Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik jika bersabar?


Kalau percaya pada matahari dan tak percaya kepada Allah, lalu di mana iman kita? Bukankah Allah yang berfirman dalam QS At-Thalaq ayat 3 bahwa "sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya."

Sahabat dan saudaraku, Allah selalu hidup tak pernah mati. Allah tak pernah lupa dan tak pernah tidur. Allah Mahamengatur dan Maha Kuasa. Berhentilah menangis, berhentilah mengeluh. Kuatkan iman dan mantapkan ibadah. Matahari kan tetap terbit menyapa dengan sinarnya yang penuh vitamin dan pesona. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman
Semangatlah dalam Bertamu kepada Allah
Tersenyumlah, Matahari Terbit Seperti Biasa
Apakah Khatib Jumat ini Bukan Manusia?
Nasionalisme Orang Kampung, Nasionalisme Original
Sang Teladan, Tahu Diri dan Tahu Menempatkan Diri
Tahun Politik, Tahun Ketidakpastian?

ke atas