MOZAIK

Jumat, 09 Februari 2018 | 18:00 WIB

Ternyata Rasul Pernah Salam Satu Kali Usai Salat

Ternyata Rasul Pernah Salam Satu Kali Usai Salat
(Foto: ilustrasi)
SALAM termasuk rukun shalat. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyebut salam dalam shalat sebagai tahlil as-shalah (yang menjadi batas halal antara shalat dengan aktivitas di luar shalat). Beliau bersabda, "Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya takbir dan yang menghalalkannya adalah salam." (HR. Abu Daud 61, Ibn Majah 618 dan dishahihkan al-Albani).

Menurut pendapat yang lebih kuat, salam yang statusnya rukun shalat adalah salam pertama. Sementara salam kedua hukumnya sunah. Bahkan sebagian ulama menyebut, bahwa salam kedua hukumnya anjuran berdasarkan kesepakatan ulama. Meskipun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa salam kedua hukumnya wajib. Dan ini pendapat al-Qadhi Abu Yala.

Ibnu Qudamah mengatakan, "Yang wajib adalah salam pertama. Sementara salam kedua hukumnya anjuran. Ibnul Mundzir mengatakan, Semua ulama yang saya ketahui sepakat bahwa mengerjakan shalat dengan salam sekali dibolehkan. (al-Mughni, 1/623).

Ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali. Berikut diantaranya,

[1] hadis dari Aisyah Radhiyallahu anha, beliau menceritakan tata cara shalat malam yang dikerjakan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Kemudian beliau salam sekali, beliau mengeraskan suaranya, sehingga membangunkan kami. (HR. Ahmad 26030 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

[2] hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau menceritakan, Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali. (HR. Baihaqi dalam al-Kubro 3107, at-Thabrani dalam al-Ausath 8473, dan yang lainnya)

[baca lanjutan: Awas! Makmum Salam Sebelum Imam Salam]
#Salam #Salat #Jemaah #Imam #Makmum
BERITA TERKAIT
Mengapa Engkau Sangat Menginginkan Ramadan?
Cara Agar Terhindar dari Kesia-siaan
Pilih Mana, Pintu Beramal atau Pintu Berdebat?
Orang Miskin Saleh yang Menolak Jabatan
Khalifah Umar dan Pakaian Rangkap Dua
Suami Istri Mualaf Haruskah Mengulang Nikah?
Tata Cara Meminang Calon Istri

ke atas