PASAR MODAL

Jumat, 09 Februari 2018 | 00:34 WIB

Investor Kepincut Imbal Hasil Obligasi Korporasi

Investor Kepincut Imbal Hasil Obligasi Korporasi
Senior Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Analis pasar modal menilai bahwa minat investor terhadap instrumen surat utang (obligasi) korporasi masih tinggi seiring dengan imbal hasil yang ditawarkan cukup menarik.

Senior Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/2/2018) mengatakan bahwa minat investor terhadap obligasi salah satunya didorong oleh tingkat suku bunga di dalam negeri yang relatif rendah, sehingga investor mencari alternatif investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, salah satunya obligasi.

"Obligasi korporasi bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan investor," katanya.

Ia menambahkan bahwa penerbitan obligasi oleh korporasi juga diperkirakan masih marak mengingat kebutuhan dana ekspansi di tengah ekonomi nasional yang sedang tumbuh.

Kendati demikian, lanjut dia, minat investor terhadap obligasi korporasi juga tergantung pada peringkat yang diraih oleh perusahaan penerbit. Diharapkan, dengan peringkat Indonesia yang berada pada level layak investasi, berdampak positif juga pada peringkat korporasi.


Reza Priyambada mengemukakan lembaga pemeringkat internasional diantaranya Standard & Poor's , Fitch Ratings, dan Moody's telah menyematkan peringkat Indonesia di level layak investasi.

Pada hari ini (8/2), lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) juga meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari BBB- (triple B minus) dengan outlook positif menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil.

"Sentimen peringkat itu dapat menjadi alasan yang kuat, terutama asing untuk masuk ke obligasi," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa dalam rangka mendukung pembiayaan yang ramah lingkungan melalui penerbitan "green bond" di Indonesia, pihaknya menjalin kerja sama dengan Climate Bond Initiative (CBI).

"BEI kini menjadi bagian dari kelompok bursa efek dunia yang telah berkomitmen untuk berperan lebih besar dalam pengembangan keuangan hijau global dan nasional, khususnya difokuskan pada obligasi hijau (green bond)," ujarnya.

Menurut dia, kerja sama ini akan memberikan kesempatan bagi investor yang peduli terhadap lingkungan sehingga pasar keuangan di dalam negeri dapat lebih berkembang. [tar]
#ObligasiKorporasi #RezaPriyambada
BERITA TERKAIT
Kenaikan Imbal Hasil AS Buat Rupiah Ambrol
Inilah Saham Pilihan Senin (21/5/2018)
Lagi, Kenaikan Imbal Hasil AS Buat Rupiah Keok
Inilah Saham Pilihan Jumat (18/5/2018)
Rupiah Respons Positif Kesehatan APBN
Inilah Saham Pilihan Kamis (17/5/2018)
Haus Katalis Positif, IHSG Longsor Lagi

ke atas