PASAR MODAL

Jumat, 09 Februari 2018 | 12:05 WIB

OJK Jabarkan Alternatif Investasi di EBA-SP

M Fadil Djailani
OJK Jabarkan Alternatif Investasi di EBA-SP
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keungan (OJK), Riswinandi (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) bisa menjadi salah satu sumber pembiayaan perumahan, namun sayangnya investor masih kurang berminat berinvestasi dalam instrumen EBA-SP.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keungan (OJK), Riswinandi mengatakan EBA-SP merupakan alternatif investasi jangka panjang yang didukung dan dijamin oleh pemerintah.

"Investasi ini memiliki resiko investasi yang terbilang sedikit dan kecil, karena memiliki underlying aset keuangan KPR yang terseleksi dengan baik, selain itu bisa memenuhi pendanaan perumahan," kata Riswinandi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

EBA-SP merupakan instrumen investasi yang sudah diperkenalkan kepada investor sejak 2009. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) merupakan lembaga yang menerbitkan instrumen tersebut di pasar modal.

Dia menjelaskan, OJK juga telah menetapkan EBA-SP sebagai pilihan produk yang baik bagi investor. Hal ini sesuai dengan surat dari OJK perihal surat himbauan untuk menempatkan dana pada EBA-SP yang diterbitkan perusahaan pembiayaan sekunder perumahan. Diharapakan kebutuhan pembiayaan pembangunan rumah bisa teratasi lewat EBA-SP.

"Pemerintah menyadari memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk membangun rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, apalagi saat ini backlog rumah mencapai 13,5 juta lebih," katanya.

Sementara itu Direktur SMF, Heliantopo mengajak para investor untuk berinvestasi pada EBA-SP yang diterbitkan oleh perseroannya.

"Kami berharap para investor menjadi sangat confidence untuk berinvestasi pada efek yang diterbitkan oleh SMF, baik dalam berbentuk EBA-SP maupum surat utang," kata Heliantopo.

#KIK-EBA #SMF #EBA-SP #Heliantopo #Riswinandi
BERITA TERKAIT
PT SMF Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp755 M
Ekonom Wall Street Pertanyakan Kebijakan Fed
Buffett Rasakan Kondisi Terburuk di Tahun 2018
AS-China Siapkan Materi Pertemuan Bulan Maret
Apa Nasihat Warren Buffett Tahun Ini?
Inilah Risiko dalam Sistem Keuangan China
Perang Dagang Kelar, Indeks S&P 500 Cetak Rekor

ke atas