MOZAIK

Sabtu, 10 Februari 2018 | 00:05 WIB

Di Mana Posisi Kita dalam Sejarah Kemanusiaan?

KH Ahmad Imam Mawardi
Di Mana Posisi Kita dalam Sejarah Kemanusiaan?
(Foto: ilustrasi)
KETIKA Ali bin Husain meninggal dunia, keluarga dan sahabatnya memandikan jenazahnya. Mereka melihat warna hitam legam di punggungnya. Karena penasaran, sebagian mereka bertanya kepada sebagian yang lain, mengapa ada tanda hitam legam di bagian punggung beliau itu?

Semua terdiam, namun kemudian ada yang menjawab: "Itu adalah bekas karung tepung yang dipikulnya setiap malam untuk dibagikan kepada fakir miskin di Kota Madinah ini." Subhanallah, alangkah mulianya Ali bin Husain. Tak banyak yang tahu bagaimana beliau setiap malam menjadi karyawan Allah. Begitu ikhlasnya beliau. Begitu istiqamahnya beliau membantu orang lain sampai-sampai rela punggungnya menghitam demi kebahagiaan orang lain.


Kulit menghitam karena di jalan Allah sungguh lebih mulia dibandingkan kulit putih mulus yang tak pernah mendekat kepada Allah. Cacat dan lumpuh karena mengabdi dalam agama Allah sungguh lebih mulia dibandingkan mereka yang tak cacat dan tak lumpuh namun tak pernah berbuat di jalan Allah. Ali bin Husain sungguh memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan di hadapan Allah kelak. Lalu, apakah yang bisa kita banggakan di hadapanNya kelak?

Saya teringat pada doa Abdullah bin Jahsy ketika akan menghadapi perang Uhud: "Ya Allah, besok akan ada perang, kirimkan kepadaku musuh yang paling kuat. Izinkan mereka bisa memotong hidung dan telingaku. Sehingga ketika nanti Engkau bertanya kepadaku tentang yang aku lakukan, Aku akan jadikan hidung dan telingaku sebagai bukti."

Saat ini kita bukan kondisi perang fisik, namun kita berada dalam kondisi perang pemikiran dan perang nafsu. Apakah yang bisa kita jadikan bukti bahwa kita ikut berjihad dalam perang pemikiran dan perang nafsu? Jelas bahwa duduk diam dan berleha-leha di tengah kesesatan, kekerasan dan kemaksiatan adalah perilaku yang tak memiliki nilai. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Serba-serbi Haji (4): Pusing Cari Kotak Amal
Serba-serbi Haji (3): Fanatik Butuh Alasan Ilmiah
Serba-serbi Haji (2): Pentingnya Pengetahuan Haji
Serba-serbi Haji (1): Keluguan Orang Tradisional
Alhamdulillah, Terimakasih, Hari Ini Hari Indah
Cinta Allah dan Istighfar Kita
Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman

ke atas