EKONOMI

Sabtu, 10 Februari 2018 | 01:03 WIB

Investasi Bisa Jadi Penopang PDB

Investasi Bisa Jadi Penopang PDB
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Potensi investasi di Indonesia jangan dipandang sebelah mata karena hal tersebut dapat menambah Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada gilirannya bakal melesatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Potensi investasi di Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Faktor penghitung PDB ini mampu memberikan kontribusi pada nilai PDB di Indonesia lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Menurut Novani, hal ini menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia banyak berasal dari dunia usaha yang berkembang.

Selain itu, ujar dia, pentingnya sektor investasi di Indonesia perlu dibarengi dengan adanya peraturan pemerintah yang mendukung dan mempermudah pelaku bisnis dalam menjalankan bisnis mereka di dalam negeri.

"Dengan memberikan kemudahan berinvestasi ini, diharapkan akan meningkatkan iklim investasi lebih baik sehingga mampu merangsang usaha baru yang dapat berkembang di Indonesia. Dengan semakin banyaknya jumlah investasi di Idonesia diharapkan mampu meningkatkan PDB secara agregat yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya daya saing nasional," paparnya.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-72 dalam "Ease of Doing Business (EODB) Index" yang dikeluarkan oleh Bank Dunia pada 2017 lalu. Posisi sebelumnya adalah di peringkat ke-91.

Sebagaimana diwartakan, pertumbuhan ekonomi berdasarkan perhitungan PDB merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka mendongkrak sektor properti yang selama beberapa waktu terakhir mengalami stagnasi sehingga pemerintah diharapkan menjaga momentum pertumbuhan tersebut.


"Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu faktor yang amat mempengaruhi bisnis properti," kata Head of Advisory Jones Lang LaSalle (konsultan properti internasional), Vivin Harsanto.

Menurut dia, hal ini dapat terlihat erat kaitannya terhadap tingkat permintaan pasar perkantoran seperti di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Ia mengutarakan harapannya agar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada tahun ini dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Dengan didukung pembangunan infrastruktur dan perbaikan peringkat kemudahan berinvestasi, lanjutnya, maka pengembang bisnis properti juga diharapkan dapat memanfaatkan dan mencermati hal itu sebagai peluang dan membaca permintaan pasar.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Indonesia akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah terjalin baik dengan mempertahankan stabilitas kinerja dari APBN.

"Indonesia punya keinginan untuk menjaga momentum perekonomian dan stabilitas APBN, jadi kita mencari titik 'balance'," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Sri Mulyani mengatakan salah satu upaya untuk mempertahankan stabilitas kinerja APBN adalah menjaga defisit anggaran dalam tingkat yang terkendali serta berada dalam batas yang diperkenankan oleh Undang-Undang yaitu tiga persen terhadap PDB.
#manufaktur #PDB2018
BERITA TERKAIT
Picu Investasi, Ikhlas Jadi Pelayan Masyarakat?
Saatnya Jadi Pelayan Demi Permudah Izin Investasi
Airlangga: Industri Manufaktur Setor Pajak Rp103 T
Rupiah Mungkin Mentok ke Rp14.000/US$ di 2019
Ini Alasan Target Inflasi RAPBN 2019 di 3,5%
RAPBN 2019 Berani Targetkan PDB Tumbuh hingga 5,8%
Inilah Asumsi Harga Minyak Mentah di RAPBN 2019

ke atas