EKONOMI

Sabtu, 10 Februari 2018 | 09:08 WIB

BI: Defisit Transaksi 2017 Lebih Oke

BI: Defisit Transaksi 2017 Lebih Oke
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2017, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi sebesar US$17,3 miliar, atau 1,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun dibandingkan defisit 2016 sebesar 1,8% dari PDB.

"Perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan non-migas di tengah meningkatnya impor migas, defisit neraca jasa terkait defisit jasa transportasi, dan neraca pendapatan primer terutama untuk pembayaran repatriasi hasil investasi asing," dikutip dari Statistik Neraca Pembayaran Indonesia yang diumumkan BI di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Khusus untuk kuartal IV-2017, defisit transaksi berjalan sebesar US$5,8 miliar, atau 2,2% dari PDB. Defisit transaksi berjalan merupakan salah satu unsur pembentuk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

Dengan menurunnya defisit transaksi berjalan, maka NPI juga mencatat surplus. Meski angkanya lebih rendah dibandingkan 2016. Di mana, surplus NPI pada 2017 sebesar US$ 11,6 miliar.


Hal itu, menurut BI, menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makroekonomi.

Selain itu, surplus NPI ditopang faktor yang sama dengan 2016, yakni kepercayaan investor yang membuahkan aliran deras investasi langsung dan portofolio. Sehingga, salah satu komponen NPI, yakni neraca transaksi modal dan finansial berbuah surplus US$29,9 miliar. Atau naik dibanding 2016 yang sebesar US$29,3 miliar.

Ke depan, bank sentral berupaya terus mewaspadai perkembangan global, khususnya yang dapat memberikan risiko bagi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan antara lain terkait normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju, tekanan geopolitik di beberapa kawasan, dan kenaikan harga minyak dunia.

Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural," tulis BI dalam pernyatannya. [tar]
#BI #NeracaTransaksi #Defisit
BERITA TERKAIT
Pertamina Jamin Selalu Ada Premium di Depok
Bikin Sewot Sri Mulyani Saat Susun Anggaran
Yuk Kita Jadikan Kantor Kita Ramah Lingkungan
Sinergi BC, BNN, TNI AL Ungkap 1 Ton 37,5 Kg Sabu
Menteri LHK: 2018 Momentum Tahun Peduli Sampah
DPR Dukung Moratorium Infrastruktur Seminggu Saja
Angkasa Pura I Panggil Bos Maskapai, Ada Apa?

ke atas