PASAR MODAL

Senin, 12 Februari 2018 | 08:09 WIB
Highlight

IHSG Masih Banyak Tekanan

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih Banyak Tekanan
(Foto: inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, laju pergerakan IHSG masih tidak bisa jauh dari sentimen negatif pasar dunia. Tekanan yang dialami oleh Bursa Wall Street dan mulai turunnya harga minyak, batu bara serta harga komoditas global lainnya akan menjadi sentimen negatif pemberat laju IHSG.

Praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko menjelaskan untuk kenaikan rating Indonesia dan rilis kinerja laporan keuangan, dinilai bisa menjadi daya ungkit bagi IHSG di tengah sentimen negatif dari bursa global. "Secara teknikal IHSG masih dalam fase konsolidasi dan mulai membentuk pola downtrend channel dalam jangka pendek," katanya Minggu (11/2/2018).

IHSG berpotensi bergerak di kisaran area support 6.344 dan resistance di 6.582 pada pekan ini. Indikator teknikal Stochastic golden cross, sedangkan MACD masih bergerak turun tapi diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Untuk pekan ini pelaku pasar mencermati rilis data perdagangan dan eksport import serta BI rate pada hari kamis. Indonesia berpeluang akan kembali mencatatkan surplus perdagangan sekitar US$700 juta untuk bulan Januari dan BI rate diperkirakan akan tetap atau tidak berubah.


Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Hari Selasa 13 Februari 2018, Rilis indeks keyakinan bisnis Australia, Rilis data inflasi Inggris. Rabu 14 Februari 2018, Rilis indeks kepercayaan konsumen Australia, Rilis data GDP Jepang, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data inflasi, penjualan ritel dan cadangan minyak AS.

Kamis 15 Februari 2018, Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data harga produsen AS. Jumat 16 Februari 2018, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data ijin bangunan AS.

"Walaupun fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus, tapi mengingat pasar bisa volatile dan capital outflow masih cukup besar, maka diperlukan prinsip manajemen resiko yang baik."

Bagi investor, jika volatilitas meningkat dan koreksi terjadi pada saham-saham yang berkinerja bagus, justru bisa dimanfaatkan untuk masuk di harga murah. Cermati saham-saham emiten dengan pertumbuhan kinerja yang positif dan memiliki peningkatan kinerja yang bisa dipertahankan secara konsisten. Apabila terjadi koreksi pada saham-saham tersebut gunakan sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi buy.
#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
Wall Street Masih Miliki Risiko Jatuh Lagi
Jeda Siang, IHSG Loyo 20,3 Poin ke 6.642
Kondisi Ekonomi Nasional Batasi Pelemahan IHSG
Bursa Saham Tokyo Dibuka Nyaris Bergeming
Kinerja Emiten Lemah, Bursa Sydney Loyo
Buka Sesi I, IHSG 13,6 Poin di Angka Merah 6.649
Inilah Saham Pilihan Rabu (21/2/2018)

ke atas