EKONOMI

Senin, 12 Februari 2018 | 14:15 WIB

Menteri Susi Tak Izinkan 111 Kapal Cantrang Melaut

Indra Hendriana
Menteri Susi Tak Izinkan 111 Kapal Cantrang Melaut
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pujiastuti (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 111 kapal cantrang di Tegal, Jawa Tengah, belum mendapat izin melaut kembali. Karena mereka ogah beralih ke alat tangkap selain cantrang.

Sedangkan yang sudah mendapat izin melaut lagi sebanyak 229 kapal. Mereka diberikan izin karena mengganti alat tangkapnya dengan yang ramah lingkungan. Dari data kemarin di Tegal, kami mendata yang sudah diizinkan untuk melaut kembali ada 229 kapal yang belum masih ada 111 kapal, karena mereka masih menolak untuk mengalihkan alat tangkapnya, kata Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pujiastuti pada saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut Susi, 111 kapal itu bukan hanya tidak mau beralih dari alat cantrang, bahkan mereka berjanji saja untuk tidak kembali memakai alat itu menolak. Berjanji saja tidak mau. Ya kami tidak kasih izin, karena sesuai dengan arahan Pak Presiden, bersedia alih alat tangkap, ujar dia.

Kemudian, nelayan cantrang yang diberikan izin tidak boleh nambah jumlah kapal. Selain itu, wilayah tangkap ikan kapan cantrang juga diatur. Wilayahnya sudah kami tentukan di wilayah pantura jawa. Dengan ketentuan di jalur dua. Jadi harus keluar dari 4 mil supaya nelayan-nelayan kecil, kapal-kapal non catrang bisa tetap beroperasi mendapatkan ikan di wilayah dibawah 4 mill, kata dia.

Adapun pendataan ini dilakukan sejak Kamis 1-4 Februari 2018 lalu di Kota Tegal. Nantinya pendataan ulang juga dilakukan di Batang, Pati, Rembang hingga Pekalongan. [ipe]
#MenteriSusi #KKP #KapalCantrang
BERITA TERKAIT
Wahai Menteri Susi Dengarkan Seniormu, Rokhmin
KKP: Lima Kepala Negara Siap Hadiri OOC di Bali
DPR Jelaskan Investasi Swasta dengan Skema PINA
PLN dan Hutama Karya Raih Dana Segar PMN
Beras Impor Bikin Panas, Jokowi Disaranin Ini
(Langganan WTP Lima Kali) Sri Mulyani Akui Kinerja Airlangga
Gerindra: Kebelet Impor Beras, Data Disalahin

ke atas