TEKNOLOGI

Selasa, 13 Februari 2018 | 23:23 WIB

Manusia dan Anjing Dekat Sejak 14 Ribu Tahun Lalu

Manusia dan Anjing Dekat Sejak 14 Ribu Tahun Lalu
(Foto: dailymail)
INILAHCOM, London - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, anjing dan manusia sudah membangun hubungan yang dekat sejak 14 ribu tahun yang lalu.

Para peneliti yakin bahwa kerangka anjing yang dimakamkan pada 14 ribu tahun lalu, pernah sakit selama beberapa minggu dan dirawat oleh pemiliknya sebelum ia mati.

Seorang dokter hewan bernama Dr Luc Janssens menganalisis kerangka anjing yang ditemukan secara kebetulan oleh para pekerja di sebuah makam kuno pada 1914. Diketahui bahwa makam tersebut sudah ada sejak masa Paleolitik dan menjadi yang tertua.

Makam itu juga menunjukkan bukti awal adanya domestikasi anjing.

Penelitian terbaru Dr Janssens yang dipublikasikan pada Journal of Archaeological Science, menunjukkan bahwa anjing tidak sekadar dipelihara, tapi juga dirawat dengan baik. Ia diberi makan dan rasa aman ketika sakit.


Dr Janssens yakin, anjing tersebut mati setelah mengalami sakit selama 27 atau 28 minggu. Anjing tidak bisa bertahan hidup selama itu tanpa bantuan dari manusia.

"Tanpa perawatan yang cukup dari manusia, anjing dengan penyakit serius akan mati kurang dari tiga minggu," ujarnya seperti dilansir Dailymail.

Dr Janssens mendapatkan konklusi ini dengan mempelajari sisa-sisa dari gigi anjing. Berdasarkan penemuannya, dia menyimpulkan bahwa anjing itu mungkin mengalami infeksi serius dari virus morbili, yang juga dikenal dengan canine atau distemper. Ini merupakan penyakit pada hewan yang menyerang saluran pencernaan, pernapasan, dan sistem saraf pusat.

"Anjing tersebut mungkin mengalami dua atau tiga periode penyakit serius yang berlangsung selama enam minggu," tulis Dr Janssens pada penelitiannya.

Kerusakan yang terjadi pada gigi anjing menunjukkan bahwa hewan tersebut mengalami distemper selama tiga atau empat bulan. Tanpa perawatan dari pemiliknya, anjing tersebut mungkin mati lebih cepat. Namun, nyatanya, umurnya bisa lebih panjang dua kali lipat.

Dr Janssens menambahkan, penemuan makam anjing dan manusia yang dikuburkan bersama ini menggambarkan hubungan unik yang penuh kasih sayang antara hewan peliharaan dan pemiliknya.
#anjing #manusia #dekat #penelitian
BERITA TERKAIT
Polusi Udara Bisa Pengaruhi Tingkah Laku Manusia
Sambut Imlek, Twitter Luncurkan Emoji Anjing
Air di Planet Ini 250 Kali Lebih Banyak dari Bumi
Polusi Udara Bunuh Jutaan Jiwa Setiap Tahun
Membuat Konsol Genggam Mungil dari Raspberry Pi
Mobil Bentuk Seperti Mouse Komputer
Google Pixel 2 Alami Masalah Overheat?

ke atas