MOZAIK

Rabu, 14 Februari 2018 | 10:00 WIB

Ketika Allah Memberi dan Membiarkan Bermaksiat

Ketika Allah Memberi dan Membiarkan Bermaksiat
(Foto: ilustrasi)
ISTIDRAJ adalah suatu cobaan berupa kenikmatan kelapangan rezeki padahal penerimanya dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
1. Sengaja meninggalkan salat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bersedekah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah-perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda tobat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I.
10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah SWT tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja-puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidup aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ. Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah. Allah hanya menunda segala bentuk azabNya.


Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita. Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.
Wallahu a'lam bishawab.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.

Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca firman Allah,
Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al-Anam: 44). (HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913). []
#Allah #Rezeki #Maksiat
BERITA TERKAIT
Masihkah Kita Khawatir dengan Rezeki?
Tenang, Tak Perlu Khawatir soal Rezeki
Jangan Menyembah Selain kepada Allah
Beberapa Cara Allah Memberikan Rezeki
Inilah Orang yang Paling Dicintai Allah
Ternyata Rasul Aqiqahi Dirinya Sendiri saat Dewasa
Apakah Orangtua Angkat Harus Aqiqahi Adopsiannya?

ke atas