MOZAIK

Kamis, 15 Februari 2018 | 07:00 WIB

Jauhi Kebanyakan Prasangka, Setengahnya itu Dosa

Jauhi Kebanyakan Prasangka, Setengahnya itu Dosa
(Foto: ilustrasi)
DALAM sebuah perjalanan ke suatu daerah, para sahabat diatur agar setiap dua orang yang mampu, membantu seorang yang tak mampu (tentang makan-minum). Kebetulan Salman Al Farisi diikutkan pada dua orang, tetapi ketika itu ia lupa tidak melayani keperluan keduanya. Ia disuruh minta lauk pauk kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan setelah ia berangkat, keduanya berkata, Seandainya ia pergi ke sumur, pasti surutlah sumurnya.

Sewaktu Salman menghadap, beliau bersabda, Sampaikan kepada kedua temanmu bahwa kalian sudah makan lauk pauknya. Setelah ia menyampaikan kepada mereka berdua, lalu keduanya menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan katanya, Kami tidak makan lauk pauk dan seharian kami tidak makan daging. Kemudian Rasulullah bersabda, Kalian telah mengatakan saudaramu (Salman) begini-begitu. Maukah kalian memakan daging orang mati? Mereka menjawab, Tidak! Jika kalian tidak mau makan daging orang mati, maka janganlah kalian gibah mengatakan kejelekan orang lain, sebab yang demikian itu berarti memakan daging saudaranya sendiri.


Menurut Ibnu Abbas, kisah tersebut yang melatarbelakangi diturunkannya surat Al-Hujarat: 12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (buruk), karena setengahnya itu dosa, dan janganlah menyelidiki kesalahan orang lain, dan jangan pula setengah kamu menggunjing (gibah) atas sebagian yang lainnya. Maukah seseorang di antara kamu makan daging saudaranya yang mati? Pasti kamu jijik (tidak mau). Bertakwalah kepada Allah, bahwasannya Allah menerima tobat lagi Penyayang.

Dari Ali bin Ibrahim, dari ayahnya, dari An-Naufal, dari Al-Sakkuni, dari Abu Abdillah radhiallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kerusakan yang dilakukan oleh gibah (mengumpat/memfitnah) pada iman seorang mukmin lebih cepat daripada kerusakan yang disebabkan oleh penyakit aklah (penyakit yang memakan daging di tubuh manusia) pada tubuhnya.

Diriwayatkan dari Abu Dzar berkata: Ya Rasulullah, apakah gibah itu? Rasul menjawab: Menyebutkan tentang saudaramu akan sesuatu yang membuat dia merasa jijik. Aku berkata: Ya Rasulullah, bagaimana jika hal tersebut memang ada pada dirinya? Rasul menjawab: Ketahuilah, bahwa menyebut tentang sesuatu yang memang ada pada dirinya, berarti kamu telah mengumpatnya. Abu Dzar berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Gibah merupakan suatu dosa yang lebih besar daripada berzina. Kataku: Bagaimana itu, ya Rasulullah? Rasul menjawab: Itu karena orang yang berzina, jika dia bertobat kepada Allah, Allah menerima tobatnya. Namun gibah tidak diampuni oleh Allah, hingga korban daripada gibah mengampuninya.
#Hadis #Rasulullah #Sunah #Adab #Fitnah #Lisan
BERITA TERKAIT
Bimbingan Rasulullah SAW Ketika Hari Raya
Hal-hal yang Dilakukan Rasulullah Saat Idul Fitri
Ternyata Malaikat Maut 70 Kali Menatap Wajah Kita
Dipermainkan Tetangga dan Cara Unik Membalasnya
Perbedaan Pendapat Perhitungan Nishab Satu Tahun
Berdagang, Sudah Keluarkan Zakat Barang Dagangan?
Miliki Peternakan dan Pertanian? Ini Cara Zakatnya

ke atas