OLAHRAGA

Selasa, 13 Februari 2018 | 16:23 WIB

Cheerleaders Korea Utara Menarik Perhatian Dunia

Tatzuar Amir
Cheerleaders Korea Utara Menarik Perhatian Dunia
(Foto: Youtube)

INILAHCOM,Pyongyang - Hadirnya para gadis pemandu sorak (cheerleaders) Korea Utara di ajang Olimpiade Musim Dingin XXIII PyeongChang yang sedang berlangsung menjadi daya pikat tersendiri bagi para penonton dan juga para atlet yang sedang berlaga.

Para perempuan yang kira-kira berjumlah 200 orang tersebut memakai kostum seragam, baik dalam bentuk dan warna. Mereka ada yang bertugas menyanyi bersama dalam satu harmoni layaknya sebuah paduan suara terlatih dan ada pula yang tugasnya menari dan melenggak-lenggok. Tetapi tujuan mereka sama, yaitu menyemangati para atlet Korea Utara yang sedang bertanding di cabang olahraga speed skating atau hoki es di perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Tidak hanya para atlet Korea Utara yang terlecut semangatnya, para penonton dan para atlet dari negara lain pun juga ikut terpesona. Penyebabnya adalah para perempuan pemandu sorak Korea Utara itu tampil begitu kompak, tanpa terdengar suara sumbang ataupun gerakan tari yang salah, menyanyikan lagu-lagu bernada patriotisme yang diciptakan khusus untuk membakar semangat dan menumbuhkan rasa bangga sebagai warga negara Korea Utara.

Orang-orang yang menonton pertandingan lantas mengabadikan penampilan kelompok cheerleaders Korea Utara yang, oleh pemerintahan Kim Jong Un, dijuluki sebagai the army of beauties atau pasukan cantik itu, lalu menyebarluaskannya melalui jejaring sosial dan kemudian menjadi pembicaraan hangat. Bahkan penampilan mereka membuat penyanyi dan penari resmi Olimpiade Pyeongchang, yang sengaja dihadirkan untuk menghibur khalayak dan penonton di setiap pertandingan, jadi kehilangan pamor.

Seperti yang dicuitkan oleh akun @pearswick, Para rappers Korea Selatan membawakan lagu Uptown Funk saat istirahat jeda dan cheerleaders membawakan lagu mereka sendiri bertema persatuan. Kayak mashup yang janggal. Dan saya duduk di tengah-tengah mereka,

Ada juga yang menganggap bahwa kekompakan para pemandu sorak Korea Utara itu menggemaskan. Seperti yang dicuitkan oleh @Alicreagar, Aku telah menghabiskan waktu 10 menit menonton video-video cheerleaders Korea Utara. Aku tahu mereka itu semacam propaganda (pemerintah), tapi mereka sangat menggemaskan. Seperti penonton di gim video!.

Tetapi ada juga yang tidak terkesan dengan para pemandu sorak itu dan menganggap kehadiran mereka sebagai sebuah bentuk propaganda pemerintahan Kim Jong Un untuk mengalihkan isu rudal nuklir yang akhir-akhir ini membuat posisi negara komunis itu di hubungan internasional menjadi tersudut.

Inilah perwujudan sesungguhnya dari matinya demokrasi. Para cheerleaders menyanjung negara mereka hanya karena propaganda pemerintah yang memaksa mereka melakukannya. Kalo tidak melakukannya, nasib mereka akan berakhir di kerja paksa #NorthKorea #OlympicGames, cuit @bhweingarten.

Wajar bila ada tudingan yang menyebut para pemandu sorak Korea Utara itu sebagai bentuk kampanye propaganda pemerintahan Kim Jong Un untuk menarik perhatian dan simpati dunia di tengah-tengah kecaman berbagai negara, terutama Amerika Serikat dan sekutunya, terhadap kebijakan nuklir negara tersebut.

Namun yang perlu juga dicermati adalah para pemandu sorak Korea Utara itu tidak semata-mata menyemangati para atlet dari negara mereka. Nyanyian bertema persatuan kebangsaan juga ditujukan bagi negara serumpun, sekaligus seteru abadi mereka, Korea Selatan. Karena dalam cabang olahraga hoki es kategori perempuan di mana para atlet dari dua negara bersaudara yang terlibat pertikaian itu bersatu menjadi satu tim menghadapi negara-negara lain.

Bersatunya para atlet hoki es perempuan Korea Utara dan Korea Selatan banyak mengundang pujian dari para atlet negara lain dan juga anggota Komite Olimpiade Internasional. Bahkan salah satu anggota komite, Angela Rugiero, menyebut bahwa para atlet hoki es perempuan itu pantas mendapat hadiah Nobel Perdamaian.

Berikut video penampilan para pemandu sorak Korea Utara.

https://youtu.be/oIH8PSg4yi8

#OlimpiadeMusimDingin #Korut #Korsel
BERITA TERKAIT
(BWF World Tour Finals 2018) Kalah dari Li/Liu, Kondisi Marcus Sedang Sakit
(BWF World Tour Finals 2018) Hafiz/Gloria Kalah Dua Gim Langsung
(BWF World Tour Finals 2018) Marcus/Kevin Ditundukkan Juara Dunia 2018
(BWF World Tour Finals 2018) Anthony Tak Bisa Keluar dari Tekanan Shi Yuqi
(BWF World Tour Finals 2018) Kekalahan yang Bikin Greysia/Apriyani Kecewa
(BWF World Tour Finals 2018) Raih Kemenangan Pertama, Ini Komentar Ahsan/Hendra
(BWF World Tour Finals 2018) Kalah dari Sameer Verma, Tommy Sugiarto Tak Prima

ke atas