PASAR MODAL

Selasa, 13 Februari 2018 | 18:01 WIB

Kebangkitan Wall Street Belum Kokoh

Wahid Ma'ruf
Kebangkitan Wall Street Belum Kokoh
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, New York - Kebangkutan bursa saham AS berpotensi goyah pada perdagangan Selasa (13/2/2018), karena saham berjangka tergelincir pada awal perdagangan, dengan Dow Jones Industrial Average berjangka turun lebih dari 100 poin.

Dow futures YMH8, -0,75% turun 147 poin atau 0,6% menjadi 24.437, sementara S & P 500 futures ESH8, -0,62% turun 12,95 poin atau 0,5% menjadi 2.642. Nasdaq-100 futures NQH8, -0,57% turun 30,50 poin, atau 0,5% menjadi 6.401,25, seperti mengutip marketwatch.com.

Pada hari Senin, Dow Jones Industrial Average DJIA, + 1,70% menguat 410,37 poin atau 1,7% menjadi 24.601,27, dengan 28 dari 30 komponen perdagangan lebih tinggi. Indeks S & P 500 SPX, + 1,39% menguat 1,4% menjadi 2.656, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq COMP, + 1,56% naik 1,6% menjadi 6.981,96.


Itu menandai sesi kemenangan kedua berturut-turut untuk saham AS. Investor pergi berburu untuk tawar-menawar setelah pekan lalu melihat kerugian mingguan terbesar untuk ketiga indeks sejak 2016.

Saham Eropa SXXP, -0,16% adalah campuran. Sementara di Asia, Nikkei 225 NIK Jepang, -0,65% turun 0,6%, mengikuti sesi yang paling kuat untuk indeks lainnya.

Dolar berada di bawah tekanan, terutama terhadap yen Jepang USDJPY, -1,03%, yang turun 0,9% menjadi 107,67. Indeks Dolar AS A.E., DXY -0.40% turun tipis 0.3% dan BTCUSD bitcoin, -4,11% naik 6,4% menjadi $ 8,847.20.

Hasil pada catatan Treasury 10 tahun TMUBMUSD10Y, -1,05% tergelincir menjadi 2,826% dari 2,857% yang terlihat pada Senin malam. Minyak mentah CLH8, -0,12% dan emas berjangka GCG8, + 0,41% sedikit meningkat.
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
(Jelang Libur Tahun Baru Imlek) IHSG Sepekan Torehkan Cuan 1,32 Persen
Warga AS Hadapi Risiko Volatilitas Pendapatan
Inilah Semangat Green Finance
Data Ekonomi Positif Dorong Dolar AS Rebound
Mau Tahu Hadiah Valentine Bagi Buffett?
Dolar AS Nyungsep, Harga Minyak Naik Sementara
Inilah Ambisi China Dominasi Ekonomi Dunia

ke atas