PASAR MODAL

Selasa, 13 Februari 2018 | 21:03 WIB

Laba Singapore Airlines Naik Jadi US$216,2 Juta

Wahid Ma'ruf
Laba Singapore Airlines Naik Jadi US$216,2 Juta
Singapore Airlines Ltd (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Singapura - Singapore Airlines Ltd melaporkan kenaikan tajam pada laba bersih kuartal ketiga fiskal, terutama karena biaya satu kali pada periode yang sama tahun lalu, namun merindukan perkiraan analis.

Laba bersih pada kuartal Oktober ke Desember adalah 286,1 juta dolar Singapura atau setara dengan US$216,2 juta, dibandingkan dengan USS$177,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Analis memperkirakan laba bersih USS$304 juta, menurut FactSet seperti mengutip marketwatch.com.

Pendapatan naik 6,0% pada tahun menjadi $4,08 miliar Singapura. Hasil penumpang turun sedikit ke 10,4 sen Singapura satu kilometer di kuartal ketiga, dibandingkan dengan 10,5 sen Singapura per kilometer di tahun sebelumnya. Hasil, atau pendapatan per penumpang per kilometer diterbangkan, merupakan metrik penting dari kemampuan maskapai penerbangan untuk menghasilkan pendapatan.


"Meskipun stabilisasi dalam beberapa bulan terakhir, tekanan pada imbal hasil tetap karena pesaing memiliki kapasitas signifikan di pasar utama dengan harga agresif," kata Singapore Airlines.

Singapore Airlines dan rival regionalnya seperti Cathay Pacific (0293.HK) telah melihat kemampuan mereka untuk mengenakan biaya lebih untuk layanan premium mereka yang mengikis dalam beberapa tahun terakhir. Singapore Airlines menghadapi persaingan yang ketat dari maskapai penerbangan berbasis Timur Tengah seperti Emirates Airline dan Qatar Airways dengan rute Eropa dan AS yang berharga, sementara operator diskon yang sangat agresif telah membawa para pelancong ke rute yang lebih pendek di Asia.

Singapore Airlines juga menandai volatilitas harga bahan bakar baru-baru ini sebagai sebuah tantangan. Tagihan bahan bakar maskapai naik 9,2% pada tahun menjadi $1,02 miliar Singapura pada kuartal Desember. Harga bahan bakar naik dan diperkirakan akan tetap stabil.

Singapore Airlines, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan lindung nilai 41% dari kebutuhan bahan bakar jetnya dengan harga rata-rata tertimbang sebesar US$65 per barel pada kuartal saat ini.
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Perang Dagang Tekan Bursa China 30%, Tapi..
Awali Sesi I, IHSG Tertekan 34 Poin ke 5.872
Harga Emas Turun Lagi
Harga Minyak Mentah AS Lanjutkan Pelemahan
Data Ekonomi AS Selamatkan Wall Street
Inilah Penopang Penguatan Dolar AS
IHSG Berakhir Keok 39 Poin ke Posisi 5.905

ke atas