MOZAIK

Sabtu, 24 Februari 2018 | 01:11 WIB

Orang Kaya yang Sejati

KH Abdullah Gymnastiar
Orang Kaya yang Sejati
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Pencipta langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Engkau mengenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (QS. Al Baqoroh [2] : 273)

Saudaraku, memang tidak mungkin semua orang di dunia ini sama-sama kaya raya secara harta. Sudah menjadi sunnatulloh ada siang ada malam, ada miskin ada kaya. Namun, yang lebih penting bagi kita bukanlah kekayaan harta, melainkan kekayaan hati. Ada orang kaya harta, tapi hatinya miskin. Kaya raya tapi dari hasil korupsi, menipu, mengkhianati dan pelit bersedekah. Namun, ada orang yang sangat terbatas kekayaan hartanya, namun memiliki hati yang lapang; jujur, amanah, tanggungjawab, senantiasa optimis, dan pantang meminta-minta.

Ada salah seorang sahabat Nabi Saw yang memiliki keterbatasan secara ekonomi, tapi pantang baginya meminta-minta pada orang lain. Mengapa? Karena ia sangat yakin bahwa Allah Maha Mengetahui keadaan dirinya. Yang ia lakukan adalah memaksimalkan ikhtiar, bekerja, sembari yakin bahwa Allah melihat usahanya dan Allah lebih mengetahui kebutuhan dirinya daripada dirinya sendiri. Beginilah sikap orang yang memiliki hati yang kaya.

Orang yang kaya harta tapi hatinya miskin, niscaya cepat baginya untuk celaka. Sedangkan orang yang hatinya kaya meski hartanya tak ada, hidupnya jauh lebih merdeka, bahagia dan mulia. Milikilah kekayaan hati, ia adalah kekayaan yang sejati. Kekayaan yang akan menjadi pengundang kebahagiaan di dunia dan akhirat. Insyaa Allah. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Ilmu yang Menyinari
Amal Kecil Bernilai Besar
Ikhlas yang Sempurna
Peka pada Ladang Amal
Senang pada Kebaikan
Menyikapi Perbedaan
Wafat Sesuai Rencana Allah

ke atas